Komisi VI DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Geopolitik Global terhadap Pasokan dan Harga BBM Nasional

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi VI DPR RI mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 6 Maret 2026.

Anggia menilai konflik geopolitik yang memengaruhi jalur distribusi energi global, termasuk di kawasan Selat Hormuz, berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi di berbagai negara termasuk Indonesia.

Ia menegaskan potensi gangguan distribusi energi dunia harus diantisipasi secara serius agar tidak berdampak pada ketersediaan BBM di dalam negeri.

"Ancaman ketersediaan stok BBM bagi kita memang ada di depan mata. Karena itu pemerintah harus menyiapkan strategi antisipasi dengan berbagai simulasi dan skenario", ungkapnya.

Antisipasi Gangguan Rantai Pasok Energi Global

Anggia menekankan pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi gangguan pada rantai pasok energi global.

Politisi Fraksi PKB tersebut juga menyoroti pentingnya menyiapkan skenario alternatif agar pasokan energi nasional tetap terjaga.

"Harus ada analisis dan simulasi yang matang. Kalau ada gangguan pada pasokan, pemerintah sudah punya skenario alternatif untuk mengatasinya", ujarnya.

Penjelasan Soal Stok BBM Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto menilai isu mengenai stok BBM nasional yang sering disebut hanya cukup sekitar 20 sampai 30 hari perlu dipahami secara tepat oleh masyarakat.

Firnando menjelaskan angka tersebut merujuk pada kapasitas penyimpanan storage BBM yang dimiliki Indonesia.

Ia menegaskan angka tersebut bukan berarti cadangan energi nasional hanya tersedia untuk periode tersebut.

"Stok sekitar 24 hari itu bukan berarti kita hanya memiliki BBM sebanyak itu, tetapi itu adalah kapasitas penyimpanan yang kita miliki", jelasnya.

Firnando menambahkan pemerintah saat ini juga berupaya meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional agar dapat menampung stok yang lebih besar.

Pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber impor energi sehingga tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah.

"Pembelian impor energi juga dilakukan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat dan negara lain, sehingga pasokan tetap bisa terjaga", katanya.

Firnando mengingatkan potensi kenaikan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik tetap perlu diantisipasi.

Ia menilai kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak pada anggaran negara terutama terkait subsidi energi.

"Kenaikan harga minyak dunia pasti akan berdampak pada APBN karena adanya subsidi energi. Karena itu strategi antisipasi harus disiapkan dengan matang", ungkapnya.

Firnando juga mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap isu kelangkaan BBM.

"Saya mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying. Pemerintah dan BUMN energi tentu akan menyiapkan strategi agar kelangkaan BBM tidak terjadi", ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bupati Rejang Lebong Jadi Tersangka
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siswa Temukan Dugaan Puding Basi di Menu MBG SPPG Sawitto Macorawalie 04 Pinrang
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Perceraian di Jakarta Capai 1.881 Kasus, Dina Masyusin Dorong Perda Pembangunan Keluarga
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Jung Yu Mi dan Lee Dong Wook Diincar untuk Bintangi Drakor Romantis Baru
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.