Purbaya: Selama Fondasi Ekonomi Kita Bagus, Kendalikan Rupiah Lebih Mudah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penguatan fondasi ekonomi menjadi kunci utama dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah tetap stabil.

Purbaya: Selama Fondasi Ekonomi Kita Bagus, Kendalikan Rupiah Lebih Mudah. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penguatan fondasi ekonomi menjadi kunci utama dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah tetap stabil.

Purbaya menyampaikan, stabilitas nilai tukar akan lebih mudah dijaga selama kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat.

Baca Juga:
Apindo Soroti Inflasi Harga Energi hingga Pelemahan Rupiah Imbas Konflik Timur Tengah

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih mudah dibandingkan jika kondisi ekonomi sedang tidak baik,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

Menurutnya, pemerintah bersama otoritas moneter terus menjaga koordinasi guna memastikan stabilitas sistem keuangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjaga likuiditas di sistem keuangan tetap memadai serta melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan nilai tukar.

Baca Juga:
Ekonom Ramal Nilai Tukar Rupiah Bisa Tembus Rp22 Ribu per USD di Juli 2026

Dia menjelaskan, kerja sama yang solid antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi faktor penting dalam meredam gejolak pasar global.

Baca Juga:
Sentimen Perang Iran Segera Berakhir Angkat Rupiah ke Rp16.863 

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi baik, likuiditas di sistem cukup, dan BI memonitor kondisi nilai tukar, maka kerja sama yang baik antara pemerintah dan BI sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Jika koordinasi seperti ini terjaga, gejolak pasar global tidak akan terlalu sulit dikendalikan,” kata Purbaya.

Purbaya juga menanggapi kekhawatiran mengenai dampak kenaikan harga minyak global terhadap anggaran subsidi energi pemerintah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Dia menegaskan, kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menyerap kenaikan harga energi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari. Subsidi energi dihitung untuk satu tahun penuh, dengan asumsi rata-rata harga sekitar 70. Jadi kenaikan beberapa hari ini belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa menyerapnya,” ujarnya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Campak di Kota Bandung Awal 2026: Suspek 194 Orang, Positif 28 Orang
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Mahfud MD: Waktunya Indonesia Pertimbangkan Keluar dari BoP
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Rute dan Venue Kemala Run 2026 di Bali Dipastikan Aman
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TNI Siaga 1 Saat Konflik Timur Tengah, Panglima: Hal Biasa Lah Itu
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Status Siaga 1 Diterapkan, Ini Alasan Panglima TNI 
• 7 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.