Ini solusi Pemprov DKI ringankan beban TPST Bantargebang

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan sejumlah solusi guna meringankan beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, salah satunya dengan mengurangi sampah dari sumber.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan semakin banyak sampah yang dapat dipilah dan dikurangi mulai dari lingkup rumah tangga, perkantoran, hingga kawasan permukiman, maka semakin kecil pula tekanan yang harus ditanggung TPST Bantargebang sebagai lokasi pengolahan akhir.

“Upaya pengurangan sampah di sumber merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus untuk mengurangi beban timbunan yang masuk ke tempat pemrosesan akhir setiap harinya,” ujar Asep dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang bisa diterapkan masyarakat, yakni memilah sampah menjadi kategori mudah terurai, material daur ulang, residu, serta sampah B3 rumah tangga.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk melakukan pengomposan sampah makanan serta memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.

“Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menekan volume sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir,” kata Asep.

Baca juga: Pemprov DKI operasikan RDF Rorotan pascalongsor TPST Bantargebang

Dia menuturkan Pemprov DKI terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui pengembangan fasilitas pengolahan modern, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen.

Meski demikian, Asep menekankan teknologi pengolahan saja tidak cukup tanpa dukungan partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi sampah mulai dari sumbernya.

Oleh karena itu, Pemprov DKI mengajak seluruh warga untuk membangun budaya pemilahan dan pengurangan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika masyarakat semakin aktif memilah dan mengurangi sampah, maka sistem pengelolaan sampah Jakarta akan semakin berkelanjutan dan beban TPST Bantargebang dapat terus berkurang karena hanya residu yang dikirim ke sana,” ungkap Asep.

TPST Bantargebang tercatat menerima rata-rata 7.354 ton sampah per hari dari wilayah DKI Jakarta, sedangkan total beban harian tempat pengolahan sampah tersebut mencapai 7.734 ton sampah.

Baca juga: DKI perketat pemilahan sampah, kurangi pengiriman ke Bantargebang

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta tutup Zona 4 TPST Bantargebang pasca-longsor


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Kasus Mantan Kasat Narkoba Polres Toraja Utara AKP Arifan: Pernah Bebaskan Bandar Sabu-sabu dari Tahanan
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Nadiem Akui Bikin Grup WA Sebelum Dilantik, Nama Awalnya Bukan "Mas Menteri Core Team"
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Rudal Balistik Iran Mulai Diluncurkan ke Turki, Erdogan Lakukan Ini
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terima Setoran Bandar Narkoba, Dua Polisi Polres Toraja Utara Dipecat
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Jelang Mudik Lebaran, AHY: Perbaikan Jalan Dikerjakan Pagi, Siang, Malam
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.