Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan bantuan pangan, seperti beras dan minyak goreng, jelang lebaran. Langkah ini dilakukan agar beban ekonomi masyarakat lebih ringan.
Dikutip dari Antara, Rabu (11/3), berdasarkan penugasan Bapanas kepada Perum Bulog per 9 Maret 2026 tercatat bantuan komoditas strategis sebagai stimulus ekonomi tersebut telah tersalurkan dengan rincian beras 68.540 kg dan minyak goreng sebanyak 13.708 liter kepada 3.427 keluarga penerima manfaat (KPM).
"Program bantuan pangan beras dan minyak goreng dipastikan sudah mulai dibagikan ke masyarakat berpenghasilan rendah," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani.
Bantuan disalurkan secara bertahap dengan target 33,2 juta KPM. Penyaluran juga bakal dipercepat mendekati Lebaran.
Jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kg per penerima dan minyak goreng 2 liter per penerima untuk alokasi satu bulan. Dengan begitu, untuk penyaluran 2 bulan, Bulog akan mengeluarkan stok beras sebesar 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
"Bapanas bersama Bulog sebagaimana perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) hadir bagi masyarakat. Bantuan pangan akan terus digelontorkan, terutama menjelang Idul Fitri yang sebentar lagi masyarakat rayakan," ujarnya.
Adapun saat ini provinsi yang tercatat telah mulai melaksanakan penyaluran bantuan pangan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan. Ia juga mencatat lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar antara lain Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima, Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima, Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.
Ke depan, Rachmi juga mendorong Bulog di seluruh daerah Indonesia agar bisa memulai penyaluran program bantuan pangan beras dan minyak goreng tersebut.
"Ini karena melalui implementasi salah satu program stimulus ekonomi kuartal pertama ini, diharapkan daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga pada tren yang membaik," kata Rachmi.





