Tidur di pesawat, terutama pada penerbangan jarak jauh menjadi tantangan tersendiri bagi traveler. Selain ruang gerak yang terbatas (khususnya di kelas ekonomi), perjalanan panjang yang ditempuh seringkali bikin tidur jadi tak nyenyak.
Meski demikian, seorang pramugari dari maskapai Virgin Atlantic mengungkapkan bahwa ada satu cara agar bisa tidur nyenyak di pesawat.
Dilansir Travel and Leisure, bekerja sama dengan perusahaan asuransi perjalanan asal Inggris AllClear Travel Insurance, ia mengungkapkan bahwa pemilihan kursi dapat mempengaruhi kualitas tidur selama penerbangan jarak jauh, mulai dari tingkat guncangan pesawat, hingga kebisingan di dalam kabin.
Kursi di Atas Sayap Lebih StabilPramugari tersebut menyarankan penumpang memilih kursi yang berada di atas sayap pesawat. Area ini berada dekat dengan pusat gravitasi pesawat, sehingga biasanya terasa lebih stabil saat terjadi turbulensi.
“Duduk di atas sayap sering menjadi salah satu titik paling halus di pesawat,” ujarnya.
Jika kursi tersebut sudah penuh, alternatif terbaik adalah memilih kursi yang lebih dekat ke bagian depan pesawat. Semakin ke depan posisi kursi, penumpang umumnya akan merasakan guncangan yang lebih ringan dibandingkan kursi di bagian belakang.
Kursi Dekat Pintu Darurat Tidak Selalu IdealBanyak penumpang menganggap kursi di baris pintu darurat sebagai pilihan terbaik, karena menawarkan ruang kaki yang lebih luas. Namun, pramugari tersebut mengingatkan bahwa kursi ini tidak selalu nyaman untuk tidur.
Menurutnya, area dekat pintu darurat sering terasa lebih dingin, terutama pada pesawat yang lebih lama. Selain itu, lokasi tersebut biasanya ramai, karena berada dekat dengan lorong atau toilet.
“Kursi ini sering menjadi kompromi antara ruang kaki yang lega dan potensi kebisingan,” jelasnya.
Posisi Tengah Kabin Bisa Lebih TenangUntuk penumpang kelas ekonomi, posisi yang dianggap ideal adalah sekitar lima baris dari depan kabin ekonomi atau lima baris dari bagian belakang.
Baris ini biasanya lebih tenang, karena tidak terlalu dekat dengan toilet, dapur pesawat (galley), atau pintu darurat, area yang sering menjadi titik berkumpul penumpang.
Selain itu, penumpang yang duduk lebih dekat ke depan kabin juga biasanya mendapat pilihan makanan lebih dulu, dan bisa turun dari pesawat lebih cepat setelah mendarat.
Persiapan Juga PentingSelain memilih kursi yang tepat, penumpang juga disarankan merencanakan waktu tidur dengan baik selama penerbangan. Misalnya dengan menghindari makan berat sebelum tidur, membawa penutup mata dan penyumbat telinga, serta menyesuaikan durasi tidur dengan kebiasaan sehari-hari.
Pada penerbangan malam atau red-eye flight, penumpang juga dapat meminta selimut tambahan kepada kru kabin, agar lebih nyaman.
“Banyak penumpang mendengkur di pesawat, dan itu hal yang wajar. Karena itu, penyumbat telinga bisa sangat membantu untuk tidur lebih nyenyak,” kata pramugari tersebut.
Dengan memilih kursi yang tepat dan melakukan persiapan sederhana, perjalanan panjang dengan pesawat bisa terasa lebih nyaman dan membantu penumpang tiba di tujuan dalam kondisi lebih segar.





