Karawang, VIVA – Menjaga kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek penting dalam kesehatan perempuan, terutama bagi remaja yang baru memasuki masa pubertas. Sayangnya, pengetahuan mengenai menstruasi dan kebersihan area intim masih belum merata di kalangan anak perempuan.
Data dari UNICEF Indonesia pada 2020 menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak perempuan di Indonesia tidak pernah mendapatkan informasi mengenai menstruasi sebelum mengalami menarche atau menstruasi pertama. Kurangnya pemahaman ini dapat menimbulkan kecemasan, rasa tidak percaya diri, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Untuk meningkatkan pemahaman tersebut, edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak dini, baik melalui keluarga, sekolah, maupun tenaga kesehatan. Beberapa kegiatan edukasi bahkan mulai digelar di berbagai sekolah untuk membantu remaja perempuan memahami cara menjaga kesehatan reproduksi dengan benar.
Salah satu sesi edukasi yang digelar di Karawang, Jawa Barat, misalnya, menghadirkan dokter spesialis kulit dan kelamin Kardiana Dewi yang membagikan sejumlah tips sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan area reproduksi perempuan.
Menurut dr. Kardiana, menjaga kebersihan area intim merupakan langkah dasar yang harus dilakukan setiap hari, baik saat sedang menstruasi maupun tidak.
"Baik saat tidak menstruasi maupun saat menstruasi, kebersihan area reproduksi tetap harus dijaga. Pastikan membersihkan dari arah depan ke belakang menggunakan air bersih, lalu segera mengeringkannya agar tidak lembap. Kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko iritasi dan pertumbuhan mikroorganisme," jelas dr Kardiana saat sesi diskusi yang digelar Unicharm, mengutip keterangannya, Rabu 11 Maret 2026.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama menstruasi, karena darah menstruasi yang terlalu lama menempel pada kulit dapat meningkatkan risiko iritasi hingga pertumbuhan bakteri.
“Saat sedang menstruasi, pembalut sebaiknya diganti setiap 3–4 jam sekali atau lebih sering bila aliran darah sedang banyak. Darah menstruasi yang terlalu lama menempel pada kulit dapat meningkatkan risiko iritasi serta pertumbuhan bakteri. Pilih pembalut dengan daya serap yang baik dan permukaan tetap kering agar kulit tetap nyaman. Untuk malam hari, penggunaan pembalut dengan ukuran lebih panjang dapat membantu mencegah kebocoran saat tidur sehingga kualitas istirahat tetap terjaga dan tubuh bugar saat bangun," bebernya.





