EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, otoritas Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada lembaga penegak hukum. Berdasarkan peringatan federal tersebut, pejabat intelijen telah mencegat komunikasi terenkripsi yang kemungkinan berasal dari Iran.
Komunikasi tersebut diduga dapat memicu tindakan dari agen rahasia atau personel tidur (agen yang menyamar) yang berada di luar negeri dan terkait dengan rezim Iran.
Pihak berwenang menekankan bahwa peringatan ini tidak menyebutkan lokasi ancaman secara spesifik, namun mereka mendesak lembaga penegak hukum untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan.
Sementara itu, Presiden Ukraine, Volodymyr Zelenskyy, pada Senin (9 Maret) dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa Ukraina telah mengirim peralatan pencegat drone serta tim ahli terkait ke Jordan di Timur Tengah untuk membantu melindungi pangkalan militer United States.
Perang di Timur Tengah masih terus berlangsung, dan Iran menggunakan sejumlah besar drone untuk menyerang pangkalan militer AS.
Pekan lalu, militer AS meminta Ukraina memberikan dukungan pertahanan udara, karena sistem pencegat drone Ukraina telah terbukti efektif dalam perang Rusia–Ukraina.
Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina akan memberikan bantuan militer maupun bantuan kemanusiaan. (hui)
Sumber : NTDTV.com





