Polbangtan Dukung Program Cetak Sawah di Gowa, Kapusdiktan Dorong Mahasiswa Terlibat Wujudkan Swasembada Pangan

terkini.id
6 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa (Polbangtan Gowa) turut mendukung program cetak sawah rakyat yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Program tersebut ditandai dengan penanaman perdana pada Selasa, 10 Maret 2026, di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diresmikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Dr Muhammad Amin.

Dalam kegiatan tersebut, Kapusdiktan didampingi oleh Pelaksana Tugas Direktur Polbangtan Gowa, Dr. drh. Sartika Juwita, M.Kes, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman yang mewakili Bupati Gowa, Camat Parangloe Muh Basir Asri, Kapolsek Parangloe AKP Sainuddin, Komandan Koramil Parangloe Lettu Cke Tumiran, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat.

Muhammad Amin menyampaikan bahwa keberhasilan program cetak sawah rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama penyuluh pertanian, mahasiswa, serta generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian.

“Dukungan para pihak, khususnya penyuluh pertanian, termasuk mahasiswa dan anak-anak muda perlu dioptimalkan dalam program cetak sawah ini demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya usai melakukan penanaman perdana di Parangloe.

Ia menjelaskan, program cetak sawah rakyat ini merupakan bantuan CSR yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dan salah satu lokasinya berada di Kabupaten Gowa.

Untuk tahap pertama, kata dia, program ini menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 1.000 hektare di Kabupaten Gowa. Selanjutnya pada tahap kedua akan dilakukan pengembangan tambahan seluas 4.000 hektare, sehingga total cetak sawah rakyat yang direncanakan mencapai 5.000 hektare di kabupten tersebut.

“Khusus di kawasan Parangloe ini terdapat sekitar 200 hektare lahan yang akan dikelola oleh Brigade Pangan. Harapannya, melalui dukungan CSR ini kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas wilayah tanam pertanian sehingga upaya swasembada pangan dapat terus berlanjut,” jelasnya.

Program cetak sawah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah pusat yang sebelumnya telah meluncurkan program percepatan swasembada pangan pada awal 2026. Program tersebut diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kementerian Pertanian sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat produksi pangan dalam negeri.

Dalam pelaksanaannya, Muhammad Amin menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan intensif di lokasi-lokasi pengembangan lahan yang masuk dalam program CSR Brigade Pangan. Pendampingan tersebut mencakup penerapan teknologi pertanian hingga praktik budidaya yang tepat agar petani dapat mengoptimalkan hasil produksi.

“Penyuluh harus terus melakukan pendampingan di lokasi-lokasi Brigade Pangan, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi pertanian. Dengan begitu, petani dapat melakukan penanaman secara baik dan produktif,” tambahnya.

Gowa Punya Potensi Lahan 74.000 Hektare

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap program cetak sawah rakyat tersebut.

Menurutnya, program ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Gowa.

“Pemerintah Kabupaten Gowa mendukung penuh program ini dan berharap kehadiran cetak sawah rakyat dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah,” ujarnya.

Zubair menjelaskan, Kabupaten Gowa yang memiliki 28 kecamatan saat ini memiliki luas area tanam padi lebih dari 36 ribu hektare. Sementara itu, total potensi lahan pertanian di daerah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 74 ribu hektare.

Dengan potensi tersebut, program pengembangan sawah baru dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kontribusi Gowa dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebebasan Beragama di Indonesia Masih Jadi Tantangan, Ratusan Kasus Intoleransi Tercatat Sepanjang 2025
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Melinda Aksa Promosikan Wastra Bugis-Makassar di Ramadan Trend Hijab
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Antusiasme Tinggi, Perusahaan Hunan Hadiri Forum Bisnis KBRI Beijing
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Tren Wisata Musim Semi 2026: Jepang Masih Juara, Wisatawan Asia Kini Berburu Destinasi Hidden Gem
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jasa Marga Berikan Diskon Tarif Tol 30 Persen di 9 Ruas Jalan Tol
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.