BOGOR, KOMPAS.com - Di Masjid Kramat An Nur Empang, Kota Bogor, malam ke-21 Ramadhan bukan hanya menjadi momentum umat Islam berburu Lailatul Qadar.
Malam tersebut juga menjadi berkah bagi sejumlah warga untuk mencari nafkah dari berjualan tikar.
Pasalnya, pada malam tersebut, setiap tahunnya jemaah membeludak. Jemaah yang biasanya hanya mengisi area dalam masjid, malam itu tumpah hingga ke Jalan Pahlawan.
Para jemaah datang bukan hanya untuk tarawih, tetapi juga memanjatkan doa dan zikir, berharap mendapat Lailatul Qadar.
Momen ini dimanfaatkan para pedagang tikar untuk mencari pundi-pundi rupiah. Para pedagang mencari jemaah yang kebagian tempat di jalan atau tak membawa sajadah.
Uus (40), warga Cianjur, Jawa Barat, misalnya, berikhtiar mencari rezeki sekaligus berburu pahala dengan menjual tikar untuk para jemaah, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, selain mendapat pahala dengan membantu jemaah yang shalat, menjual tikar di area Masjid Kramat An Nur Empang bisa membantu memenuhi kebutuhannya menjelang Lebaran.
Baca juga: 5 Masjid di Jakarta untuk Iktikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026
Kegiatan ini sudah dilakukan Uus selama bertahun-tahun. Tahun 2026 ini, Uus membawa 100 tikar dari Parung Panjang, Kabupaten Bogor, untuk dijajakan.
Ukuran tikar yang dia jual sekitar 100x60 cm, cukup untuk satu sampai dua orang. Harganya terjangkau, hanya Rp 5.000.
Dari 100 tikar yang Uus bawa, ia berhasil menjual 50 kepada para jemaah.
"Ya kadang habis, ini udah enggak habis, mau pulang," kata Uus kepada Kompas.com, Selasa malam.
"Kalau duitnya buat keperluan keluargalah. Buat nanti tambah-tambah Lebaran juga," lanjutnya.
Pedagang lainnya, Anah (26), asal Jakarta, datang ke Masjid Kramat An Nur Empang sejak pukul 17.00 WIB.
Ia membawa 30 tikar dengan ukuran yang bisa digunakan untuk dua sampai lima jemaah. Tikar itu ia ambil dari wilayah Karawang.