Tebing di Jepara Longsor, Akses 2 Desa Terputus

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tebing setinggi 100 meter di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, longsor pada Selasa (10/3) pukul 23.00 WIB usai hujan deras. Longsor itu menutup akses jalan dari Desa Tempur, Kecamatan Keling, ke Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan kejadian longsor tersebut merupakan yang kedua kalinya. Beberapa hari lalu juga telah terjadi longsor di sekitar lokasi yang sama.

“Kemarin malam itu longsor yang kedua. Bisa dibilang longsoran susulan dari yang pertama. Semalam kan hujan deras jadinya longsor lagi,” katanya saat dihubungi kumparan, Rabu (11/3).

Ia menyampaikan, longsor kedua itu terjadi di ketinggian 100 meter. Material longsoran berupa bebatuan. Longsor menutup akses jalan penghubung Desa Tempur dengan Desa Damarwulan sekitar 100 meter.

“Material longsor berupa bebatuan berukuran besar. Akses jalan kedua desa terputus untuk sementara waktu,” sambungnya.

Ia menambahkan, di sepanjang jalan yang menghubungkan Desa Tempur dengan Desa Damarwulan memang kerap terjadi longsor, utamanya saat hujan deras.

“Kondisi tebing yang berupa bebatuan dengan tanah berpasir tentu tidak kuat untuk menahan. Setiap hujan deras sering terjadi longsor,” terangnya.

Ia menyampaikan, tidak ada korban jiwa pada kejadian longsor tersebut. Namun, akses jalan Desa Tempur dengan Desa Damarwulan tertutup sementara waktu.

Area yang kerap longsor itu pada akhirnya membuat pihak BPBD Jepara bersama instansi terkait membuka jalur lain dari Dukuh Duplak, Desa Tempur, menembus ke hutan pinus di Desa Sumanding. Sehingga ketika jalur Desa Tempur ke Desa Damarwulan tertutup longsoran, masyarakat dapat menggunakan jalan ini.

Saat ini pihak BPBD Jepara sedang membersihkan bekas longsoran, yakni dengan menggunakan ekskavator dengan fasilitas pemecah batu.

“Segera kami lakukan pembersihan longsoran karena akses ini merupakan jalur utama penghubung dua desa,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat waspada, terlebih saat ini masih musim hujan. Ia menyebutkan beberapa daerah yang rawan longsor, seperti Desa Sumberejo dan Desa Tanjung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada di musim hujan. Termasuk ketika melintasi daerah yang rawan longsor,” imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Haru Chef Renatta untuk Vidi Aldiano yang Meninggal Usai Lawan Kanker Ginjal
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Puan Dukung Komdigi Batasi Usia Anak Main Medsos: Saat Ini Sudah Kebablasan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Deddy Corbuzier Sindir Peramal yang Manfaatkan Berita Vidi Aldiano, Siapa?
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Drone Merops Andalan AS Redam Drone Iran, Berikut Keunggulannya
• 5 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Hari Ini 11 Maret 2026: Semangat Beribadah Pagi Hari di Bandung
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.