JAKARTA, KOMPAS – PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga) bersinergi dengan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dalam perdagangan komoditas tanah liat. Kerja sama ini membuka peluang peningkatan potensi komoditas tanah liat atau clay di Indonesia beserta berbagai produk turunannya.
Sinergi tersebut terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait perdagangan komoditas clay. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PI Niaga Trudo HD dan Direktur Utama Semen Baturaja Suherman Yahya di kantor pusat PI Niaga, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam siaran pers yang diterima Kompas, Rabu (11/3), Trudo menjelaskan, sinergi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas portofolio perdagangan di luar sektor pupuk. Menurutnya, komoditas tanah liat memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri. Kerja sama ini juga menjadi upaya kedua perusahaan untuk mengoptimalkan potensi pasar komoditas industri.
Dalam kesepakatan tersebut, lanjut Trudo, PI Niaga bertindak sebagai arranger buyer atau pengatur dan penghubung transaksi pembelian yang akan mengelola pemenuhan kebutuhan konsumen. Sementara itu, Semen Baturaja berperan sebagai produsen yang menjamin ketersediaan pasokan clay, baik dari tambang mandiri maupun melalui kemitraan, sesuai dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan.
“Kami melihat potensi besar dalam komoditas clay untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari grup Pupuk Indonesia hingga pasar industri lainnya. PI Niaga juga menyambut baik hadirnya alternatif sumber daya clay dari Semen Baturaja yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku di lingkungan PI Grup maupun untuk pengembangan pasar di luar grup,” kata Trudo.
Trudo menambahkan, implementasi kerja sama tersebut akan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Seluruh proses bisnis, kata dia, harus dilandasi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta iktikad baik guna memastikan keberlanjutan bisnis kedua perusahaan.
Dikutip dari catatan jurnal Balai Besar Keramik dan Mineral Nonlogam (BBK) Kementerian Perindustrian, salah satu produk turunan tanah liat adalah papan semen. Sejauh ini, kapasitas produksi pabrik papan semen dapat mencapai 36.000 ton per tahun dan dapat ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun.
Namun, industri pembuatan papan semen di Indonesia masih bergantung pada tanah liat impor. Satu perusahaan saja masih mengimpor bahan baku berupa tanah liat dari Taiwan sebanyak 900–1.800 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan produksi papan semen.
Indonesia, dalam catatan BBK Kemenperin, memiliki potensi kaolin lebih dari 1,154 juta ton yang tersebar di beberapa daerah. Kaolin merupakan massa batuan yang tersusun dari material lempung berwarna putih atau agak keputihan yang termasuk salah satu jenis tanah liat terbaik.
Direktur Utama Semen Baturaja Suherman Yahya menyambut baik kerja sama tersebut sebagai upaya mengembangkan potensi pemanfaatan produk tambang sekaligus memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, tanah liat merupakan salah satu produk sampingan yang tengah dikembangkan Semen Baturaja dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku di berbagai sektor industri, termasuk industri pupuk.
Melalui kerja sama ini, kata Suherman, pihaknya berharap dapat memperkuat posisi kedua perusahaan di pasar komoditas industri. “Sekaligus juga kami ingin meningkatkan efisiensi distribusi material di wilayah operasional masing-masing,” ungkapnya.





