Usai Longsor Maut di Bantar Gebang, Menteri LH Minta Praktik Open Dumping Segera Dihentikan

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, mendapat sorotan serius dari pemerintah pusat.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menilai insiden tersebut harus menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

Baca Juga :
Misteri Pria di Bintaro Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Polisi Temukan Senpi Kaliber 9 Mm dan 3 Airsoft Gun
Tiga Hari Tak Muncul di Publik, Spekulasi Menguat PM Israel Netanyahu Tewas Dirudal Iran

Menurut Hanif, praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang selama ini diterapkan di Bantar Gebang sudah sangat berisiko dan perlu segera dihentikan.

Hal tersebut disampaikan Hanif usai mengikuti kegiatan korve bersama Menteri Perdagangan dan Kapolda Metro Jaya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, TPST Bantar Gebang yang telah beroperasi lebih dari 37 tahun kini menampung timbunan sampah dalam jumlah sangat besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat lebih dari 80 juta ton sampah telah menumpuk di kawasan tersebut.

Tumpukan sampah itu bahkan membentuk gunungan raksasa. Pada area yang tidak lagi aktif, ketinggian sampah mencapai sekitar 50 meter, sedangkan pada zona aktif ketinggiannya sudah menembus sekitar 73 meter.

“Suatu kondisi yang sangat berbahaya sekali,” kata Hanif.

Hanif menjelaskan, longsor yang terjadi pada akhir pekan lalu dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Curah hujan yang berlangsung hampir setengah hari membuat timbunan sampah bergerak hingga akhirnya runtuh.

“Kemudian pada hari Minggu, tepatnya setelah hujan berakhir pada jam 12.00, maka jam 14.30 terjadilah longsor yang telah menimbulkan korban jiwa,” tutur dia.

Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali. Menurut Hanif, sistem open dumping yang berlangsung selama bertahun-tahun di Bantar Gebang telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan kini memakan korban jiwa.

“Secara sistematik dan secara terstruktur, kita wajib akhiri kegiatan open dumping di TPST Bantar Gebang,” katanya.

Hanif juga mengingatkan bahwa insiden ini menjadi salah satu tragedi sampah terbesar di Indonesia setelah longsor TPA Leuwigajah di Cimahi pada 2005 yang menewaskan 157 orang.

Karena itu, pemerintah mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di Jakarta dengan menitikberatkan penanganan sejak dari sumbernya.

Saat ini, produksi sampah di Jakarta mencapai sekitar 8.000 ton per hari dari hampir 11 juta penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 ton berasal dari kawasan komersial seperti pasar, hotel, restoran, kafe, stasiun hingga terminal.

Baca Juga :
SMI Buka Opsi Gandeng Danantara Garap Proyek Waste to Energy
Tragedi Longsor Sampah Bantargebang: 7 Orang Tewas, Operasi SAR Resmi Dihentikan
Minum Kopi Campur Racun Tikus Usai Diputusin, Pemuda Tasikmalaya Nyaris Tewas di Pinggir Jalan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pihak Nikita Mirzani Ragukan Bukti yang Diserahkan Reza Gladys dalam Sidang PMH
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Melesat Hari Ini, Cek!
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Korut Bela Iran dari Tekanan Barat
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Misteri Pria di Bintaro Tewas dengan Luka Tembak di Kepala, Polisi Temukan Senpi Kaliber 9 Mm dan 3 Airsoft Gun
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Usai Longsor Maut di Bantar Gebang, Menteri LH Minta Praktik Open Dumping Segera Dihentikan
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.