Produsen kendaraan listrik jenama China, BYD, memperkenalkan teknologi baterai terbaru yakni Blade Battery Generasi Kedua yang dipadukan dengan solusi pengisian daya cepat bernama Flash Charging.
Teknologi tersebut diklaim mampu menjawab sejumlah tantangan utama kendaraan listrik, mulai dari kecepatan pengisian daya hingga performa baterai di suhu ekstrem.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan baterai generasi terbaru ini telah melalui berbagai pengujian keselamatan yang ketat sebelum diperkenalkan ke publik.
"Blade Battery generasi kedua telah melalui berbagai pengujian yang menantang, termasuk under body impact test," kata Eagle, saat ditemui di acara BYD di Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Selain peningkatan aspek keselamatan, BYD juga mengembangkan sistem pengisian daya ultra cepat untuk mendukung teknologi baterai tersebut. Perusahaan menyebut inovasi ini mampu menghadirkan rekor baru dalam kecepatan pengisian kendaraan listrik.
"Dalam pengujian tersebut, baterai baru ini mampu menahan benturan hingga 1.500 joule pada bagian bawah kendaraan, atau sekitar 10 kali lebih tinggi dibandingkan standar nasional yang berlaku," tegasnya.
Kendaraan listrik yang menggunakan teknologi ini diklaim dapat mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit. Sementara untuk mencapai kapasitas 97 persen, proses pengisian disebut hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit.
Menariknya, performa pengisian daya juga diklaim tetap stabil dalam kondisi suhu ekstrem. Bahkan pada suhu minus 30 derajat Celsius, proses pengisian dari 20 persen hingga 97 persen hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan dengan kondisi suhu normal.
Blade Battery generasi kedua ini dikembangkan melalui proses penelitian dan pengembangan selama enam tahun. Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengisian daya yang mendekati kecepatan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Selama ini, dalam teknologi baterai konvensional, kecepatan pengisian yang sangat cepat dan kepadatan energi tinggi kerap dianggap sulit dicapai secara bersamaan.
Namun BYD mengklaim mampu mengatasi tantangan tersebut dengan meningkatkan kepadatan energi baterai sekitar 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya sekaligus menghadirkan kemampuan pengisian daya yang jauh lebih cepat.
Teknologi ini juga didukung sistem manajemen panas canggih yang dikembangkan BYD, yakni Lithium-Ion High-Speed Channel serta Full-Spectrum Intelligent Thermal Management System.
Sistem tersebut dirancang untuk meminimalkan panas internal baterai sekaligus meningkatkan kemampuan pembuangan panas saat proses pengisian berlangsung.
Dengan dukungan Blade Battery generasi kedua, mobil listrik Denza Z9 GT yang menggunakan struktur bodi ringan terbaru BYD disebut mampu menempuh jarak hingga 1.036 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, teknologi Flash Charging yang diperkenalkan BYD menggunakan charger dengan output single connector hingga 1.500 kW, yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi di dunia saat ini.
Infrastruktur pengisian daya tersebut juga dipadukan dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas besar sehingga dapat mengurangi beban pada jaringan listrik lokal. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan solusi pengisian daya yang lebih efisien sekaligus ramah terhadap sistem kelistrikan.
Untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut, BYD berencana membangun sekitar 20.000 Flash Charging Stations di China hingga akhir 2026. Setelah itu, perusahaan juga menargetkan ekspansi jaringan pengisian daya tersebut ke berbagai negara di dunia.
Melalui pengembangan Blade Battery generasi kedua serta teknologi Flash Charging, BYD berharap dapat mempercepat transisi global menuju mobilitas listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.





