Pemprov DKI perkuat perlindungan anak dari pengaruh radikalisme

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja dari berbagai ancaman, termasuk pengaruh radikalisme dan terorisme yang kini disebarkan melalui media sosial atau forum daring.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam kegiatan Pencegahan Tindak Radikalisme dan Terorisme di DKI Jakarta bertema “Pelajar Jakarta Anti-Viral (Anti Virus Radikal): Cerdas Beraksi, Damai di Hati” di Jakarta, Rabu.

"Media sosial, forum daring, hingga ruang pergaulan digital sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi kekerasan, intoleransi, dan kebencian. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting," kata Dwi.

Dia mengatakan anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa, yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Kendati begitu, terdapat beberapa kasus keterlibatan anak atau remaja dalam sejumlah kasus radikalisme dan terorisme.

Hal itu, menurut Dwi, membuka mata semua orang bahwa penyebaran informasi, penanaman kesadaran dan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi merupakan unsur-unsur yang sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan semua anak.

"Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Anak dan remaja (termasuk pelajar) bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan kebhinekaan," jelas Dwi.

Salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dan remaja dari pengaruh radikalisme, kata dia, yakni melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pakar-pakar terkait pencegahan radikalisme.

"Kegiatan sosialisasi seperti yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu bentuk langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Mari kita wujudkan DKI Jakarta sebagai daerah yang layak anak di mana setiap anak tumbuh bahagia dan terlindungi," ungkap Dwi.

Baca juga: Industri perlu perkuat kebijakan pencegahan dan penanganan kekerasan

Baca juga: DKI perkuat sistem pencegahan kekerasan seksual yang komprehensif

Baca juga: Tekan angka kekerasan pada anak, Pemprov DKI luncurkan komik digital


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan di Kedubes AS Norwegia, Polisi Curiga Serangan Teroris
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Gubernur Papua Beberkan 6 Program Unggulan RPJMD 2025-2029
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Minta Gencatan Senjata Total, Harus Ada Jaminan Tak Ada Serangan Lagi
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Selain Bupati, Kadis PU Rejang Lebong-3 Swasta Juga Jadi Tersangka KPK
• 19 menit laludetik.com
thumb
Warga Malaysia Pertanyakan Gaya Berpakaian Orang Indonesia di Pemakaman Vidi Aldiano, Singgung Tak Tutup Aurat: Jangan Normalisasikan!
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.