IHSG Menguat Rabu Pagi, Pasar Masih Cermati Perkembangan Konflik Timur Tengah

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat sebanyak 43,86 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.484,77 pada Rabu (11/3/2026).

Sementara untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik sebesar 3,81 poin atau 0,50 persen ke posisi 763,75.

Di tengah penguatan pasar saham ini, pelaku pasar masih mengamati perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

“Meski terjadi rebound di pasar saham dan penguatan Rupiah, pasar keuangan Indonesia masih diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini akibat ketidakpastian global yang masih tinggi,” ungkap Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dilansir dari Antara.

Informasi yang masih simpang siur terkait keamanan Selat Hormuz menjadi penyebab gejolak pasar saham.

Klaim bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berhasil mengawal kapal tanker dibantah oleh pemerintah AS sendiri. Klaim lain muncul bahwa Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz.

Hal-hal tersebut menjadi pemicu kekhawatiran investor sehingga pasar saham global masih menghadapi tekanan.

Harga minyak juga menjadi salah satu faktor, yang dicatat pada hari ini minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di harga 84,84 dolar AS per barel, sementara minyak jenis Brent berada di 88,99 dolar AS per barel.

Data inflasi AS yang kemudian menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan The Fed menjadi salah satu fokus utama pelaku pasar. Data itu akan dirilis pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting pada 17-18 Maret 2026 .

Jika pada rilis data nanti inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, suku bunga tinggi kemungkinan dipertahankan lebih lama, yang memiliki potensi pada penguatan dolar AS. Pasar saham serta mata uang negara berkembang berpotensi mengalami tekanan.

Ditinjau dari perspektif makroekonomi, kondisi ekonomi Asia semakin kuat menyusul revisi positif pertumbuhan ekonomi Jepang sebesar 0,3 persen di akhir 2025 dan surplus perdagangan China yang menembus 213,62 miliar dolar AS.

Pelaku pasar dalam negeri menantikan konferensi pers kondisi fiskal oleh Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengenai perkembangan APBN Februari 2026, serta percepatan pemilihan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah kondisi global.

Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Penjualan Riil Januari 2026 tumbuh  sebesar 5,7 persen (yoy).

Sebelumnya pada perdagangan Selasa (10/3/2026), bursa saham Eropa serentak menguat, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 2,73 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 1,59 persen, indeks DAX Jerman menguat 2,39 persen, dan indeks CAC menguat 1,79 persen.

Sementara bursa saham AS di Wall Street serentak melemah, di antaranya indeks Nasdaq Composite turun 0,04 persen ke 24,856.47, indeks S&P 500 turun 0,21 persen ke 6.781.48, dan indeks Dow Jones melemah 0,07 persen ke 47,706.51.

Bursa saham regional Asia pagi ini menunjukkan tren penguatan, di antaranya indeks Nikkei menguat 1.139,40 poin atau 2,10 persen ke 55.387,80, indeks Hang Seng menguat 54,73 poin atau 0,21 persen ke posisi 26.014,63 indeks Shanghai menguat 3,47 poin atau 0,08 persen ke 4.126,62, sedangkan indeks Strait Times melemah 9,70 poin atau 0,20 persen ke 4.850,93. (ant/vve/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kompres Demam Pakai Air Apa? Perhatikan Hal Ini!
• 4 jam lalutheasianparent.com
thumb
Purbaya: Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain di Sekeliling RI
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Danantara, ROA Naik 300 Persen Tahun 2025
• 27 menit lalutvrinews.com
thumb
Ini Pesan Prabowo Saat Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Dari Guru di Maluku, Marthella Perjuangkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.