Bapanas: Kenaikan IPH Bukan Berarti Melampaui HET

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Pemerintah Pastikan Harga Pangan Mayoritas Wilayah Masih di Bawah Batas Acuan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah tidak menjadi indikator mutlak bahwa harga komoditas pangan telah melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa IPH merupakan instrumen untuk melihat tren pergerakan harga dibandingkan periode sebelumnya. 

Menurutnya, kenaikan indeks sering kali merupakan bentuk penyesuaian dari harga yang sebelumnya sangat rendah menuju titik harga yang lebih wajar.

"IPH pada dasarnya menggambarkan arah pergerakan harga dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan indeks bisa terjadi meskipun harga komoditas sebenarnya masih berada di bawah HAP atau HET," ujar Edhy dalam pernyataan resminya di kutip rabu 11 Maret 2026.

Data Sebaran Harga Nasional

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan pertama Maret 2026, mayoritas kabupaten dan kota di Indonesia terpantau masih menjaga stabilitas harga di bawah ketentuan pemerintah.

Data statistik menunjukkan kondisi riil di lapangan sebagai berikut:

•     Cabai Merah Keriting: Sebanyak 96,11% wilayah tercatat masih berada di bawah harga acuan.

•     Bawang Merah & Putih: Lebih dari 90% daerah melaporkan harga yang masih terkendali di bawah HAP.

•     Protein Hewani: Daging sapi dan telur ayam ras di atas 90% wilayah nasional terpantau masih stabil di bawah batas harga.

•     Kebutuhan Pokok: Minyak goreng kemasan pemerintah (Minyakita) dan gula konsumsi tetap berada di bawah HET pada mayoritas besar wilayah di Indonesia.

Meski angka nasional menunjukkan tren terkendali, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, 

I Gusti Ketut Astawa, mengingatkan seluruh kepala daerah untuk meningkatkan pengawasan. Hal ini mengingat adanya potensi lonjakan permintaan masyarakat mendekati hari raya.

"Minggu ini merupakan periode krusial karena kebutuhan masyarakat cenderung meningkat mendekati Lebaran. Kami mengimbau para Gubernur dan Bupati untuk memastikan jajaran dinas terkait turun langsung memantau jalur distribusi," tegas Astawa.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyatakan bahwa secara keseluruhan pasokan pangan nasional selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman.

"Saya sudah melakukan pengecekan, stok relatif stabil. Meski ada sedikit penguatan pada harga daging ayam ras, namun kondisi umum masih relatif aman," pungkas Amran dalam keterangannya, Jumat 6 Maret 2026.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Satgas Pangan guna mencegah fluktuasi harga yang tidak wajar di tingkat konsumen akhir.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Kesulitan Imbas Konflik Timur Tengah
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Solidaritas Perempuan Soroti Dampak Pembangunan Patriarkal terhadap Perempuan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
LPPD 2025 Dipaparkan, Wakil Bupati Sidrap Harap Perangkat Daerah Tingkatkan Capaian Indikator Kinerja
• 22 jam laluterkini.id
thumb
208 SPPG di DIY Dihentikan Sementara, Bisa Operasi Lagi Setelah Penuhi Standar Sanitasi dan Mess Tim
• 5 menit lalusuara.com
thumb
Ketika Teknologi Tak Lagi Cukup
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.