BANDUNG, KOMPAS.TV - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung mulai mempersiapkan Program Masjid Ramah Pemudik untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Rapat tersebut diikuti berbagai unsur di lingkungan Kemenag Kabupaten Bandung, antara lain kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, kepala madrasah, pengawas, serta pengurus Saka Amal Bakti.
Pertemuan ini menjadi langkah awal koordinasi guna memastikan pelayanan bagi para pemudik berjalan optimal.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi sebagai tindak lanjut program dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) terkait Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia.
Baca Juga: Mahfud Sebut Perang AS-Israel di Iran Jadi Momentum RI Keluar BoP: Asal Tak Tersandera Kepentingan
Kabupaten Bandung Siapkan Tiga Masjid untuk Pemudik
Dalam rapat tersebut, Ramlan menjelaskan, Kabupaten Bandung ditetapkan memiliki beberapa titik masjid yang akan digunakan sebagai lokasi pelayanan bagi pemudik.
“Dari hasil koordinasi, Kabupaten Bandung yang semula ditetapkan sekitar 43 titik, sehingga kita bisa lebih fokus dalam memberikan pelayanan,” ujarnya mengutip laman Kemenag Jabar, Rabu (11/3).
Dengan jumlah lokasi yang lebih terbatas, diharapkan pelayanan kepada pemudik bisa dilakukan secara lebih maksimal dan terkoordinasi.
Sementara untuk skala provinsi Jawa Barat, Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat bekerja sama dengan dewan kemakmuran masjid (DKM) dan kepolisian menyiapkan 341 masjid ramah untuk pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
Fasilitas yang Harus Disediakan Masjid
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- masjid ramah pemudik
- kemenag kabupaten bandung
- program masjid ramah pemudik 2026
- pelayanan pemudik di masjid
- ekspedisi masjid indonesia
- fasilitas masjid untuk pemudik





