Terkini, Makassar — Di tengah maraknya tren mengedit foto menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), masyarakat kini semakin mudah mengubah tampilan foto hanya dengan beberapa sentuhan di layar ponsel. Namun di balik kemudahan tersebut, ada hal penting yang sering luput dari perhatian: keamanan dan privasi data pribadi.
Melihat fenomena ini, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar mengajak masyarakat untuk lebih bijak sebelum mengunggah foto ke berbagai layanan berbasis AI.
Melalui kampanye literasi digital yang dibagikan di media sosial, Kominfo Makassar mengingatkan bahwa tidak semua platform pengolah foto berbasis AI memiliki sistem keamanan data yang jelas.
Foto yang diunggah bisa saja tersimpan, digunakan kembali, bahkan dimanfaatkan untuk kepentingan lain tanpa disadari oleh pengguna.
“Tren edit foto dengan AI memang menarik dan memudahkan. Tapi di balik kemudahannya, ada hal penting yang perlu kita waspadai,” demikian kata Kominfo Makassar dalam pesan edukasi digitalnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di era teknologi yang berkembang pesat, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran digital.
Salah satunya dengan memastikan platform yang digunakan terpercaya serta memiliki kebijakan privasi yang jelas.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan untuk tidak sembarangan mengunggah foto pribadi, terutama yang berkaitan dengan identitas penting, seperti foto wajah yang jelas, dokumen pribadi, atau data sensitif lainnya.
Bagi sebagian orang, mengedit foto dengan AI mungkin hanya sekadar hiburan atau mengikuti tren media sosial. Namun bagi para pegiat literasi digital, kebiasaan tersebut juga perlu diimbangi dengan pemahaman tentang keamanan data.
Melalui kampanye bertajuk #SobatDigital, Kominfo Makassar berharap masyarakat dapat menikmati teknologi dengan lebih aman dan bertanggung jawab.
Sebab di dunia digital, satu foto yang diunggah bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga jejak data pribadi tetap aman.




