Puluhan Sapi di Kabupaten Cirebon Terpapar PMK Jelang Lebaran

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON- Puluhan sapi di Kabupaten Cirebon dilaporkan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Hingga pertengahan Maret ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mencatat sedikitnya 71 ekor sapi terinfeksi penyakit menular tersebut yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Nanang Hernawan, mengatakan sebagian ternak yang sempat terjangkit kini mulai pulih setelah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan hewan.

“Dari total 71 ekor sapi yang terdata terinfeksi PMK, hampir setengahnya sudah dinyatakan sembuh. Saat ini kurang lebih 30 ekor masih dalam proses pemulihan,” kata Nanang, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian terus melakukan berbagai langkah pengendalian guna menekan penyebaran virus tersebut, terlebih menjelang periode peningkatan aktivitas perdagangan ternak saat Ramadan dan Idul Fitri.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat pelaksanaan vaksinasi PMK terhadap sapi-sapi yang sudah lama dipelihara di kandang. Program vaksinasi ini difokuskan pada kelompok ternak yang dinilai memiliki peran penting dalam populasi sapi di tingkat peternak.

Baca Juga

  • Kesenjangan Kucuran Kredit UMKM vs Usaha Besar di Cirebon Masih Lebar
  • Menpar: Cirebon Siap Jadi Magnet Wisata saat Libur Nyepi dan Lebaran
  • Bank bjb Dorong Literasi Keuangan Nelayan di Pesisir Cirebon

Menurut Nanang, vaksinasi diprioritaskan untuk sapi betina indukan, sapi bibit milik peternak maupun yang dikelola pemerintah daerah, serta sapi jantan dan betina yang lahir dan dibesarkan di kandang peternak lokal. 

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kekebalan ternak sehingga mampu menekan potensi penularan virus.

Selain vaksinasi, petugas juga melakukan pendekatan edukatif kepada para peternak. Melalui kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), peternak didorong untuk menerapkan sistem biosekuriti secara ketat di lingkungan peternakan.

"Langkah biosekuriti tersebut yaitu melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di area kandang, menghindari penggunaan peralatan kandang secara bergantian dengan peternak lain, serta membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi peternakan," katanya.

Nanang menegaskan, disiplin dalam menjaga kebersihan kandang menjadi faktor penting untuk mencegah penyebaran PMK. Virus tersebut dapat berpindah melalui berbagai media, termasuk peralatan kandang, pakaian, hingga kendaraan yang keluar masuk area peternakan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan para peternak untuk tidak mengunjungi lokasi peternakan yang diketahui terdapat kasus PMK. Selain itu, pembelian ternak disarankan hanya dilakukan dari sumber yang memiliki dokumen kesehatan resmi berupa Sertifikat Veteriner.

Langkah lain yang dianjurkan adalah melakukan isolasi terhadap ternak baru sebelum digabungkan dengan ternak lain di kandang. Ternak yang baru didatangkan diminta dipisahkan terlebih dahulu selama dua pekan guna memastikan kondisinya benar-benar sehat.

“Jika selama masa isolasi 14 hari tidak menunjukkan gejala penyakit, ternak tersebut sebaiknya segera diberikan vaksin PMK agar memiliki perlindungan tambahan,” ujar Nanang.

Ia juga meminta peternak lebih waspada terhadap gejala-gejala awal penyakit mulut dan kuku. Tanda-tanda yang biasanya muncul antara lain lepuh pada mulut dan kuku, air liur berlebih, demam, serta penurunan nafsu makan pada ternak.

Apabila menemukan indikasi tersebut, peternak diminta segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat agar dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, kasus PMK saat ini tersebar di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan yang tercatat memiliki kasus antara lain Palimanan, Gempol, Beber, Waled, Babakan, Kedawung, Talun, Plumbon, Karangsembung, Tengahtani, dan Pabedilan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari AI hingga Training Sopir, Cara Xpeng Bersaing Rebut Hati Konsumen Premium di Indonesia
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Laporan Masalah IKNB Banjiri Layanan Informasi OJK Malang Awal 2026
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Ngeri Orang Bakar Diri dalam Bus di Swiss, 6 Orang Tewas-3 Luka
• 3 jam laludetik.com
thumb
Kemendikdasmen Siapkan Aturan 3S, Batasi Penggunaan Gawai Anak di Sekolah
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Gen Z China Andalkan AI untuk Investasi, Pasar Saham Capai USD 14 Triliun
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.