Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, pemerintah menggelar program cek kesehatan gratis (CKG) bagi sopir bus menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Program tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
"Salah satu yang kami perhatikan secara serius, ini dikawal oleh dari sisi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah cek kesehatan gratis bagi pengemudi bus," kata Pratikno dalam jumpa pers Update PHTC dan Kesiapan Mudik Lebaran di Kantor Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).
"Jadi ini adalah strategi kita untuk mengurangi, melakukan penurunan fatalitas," tambah dia.
Dilakukan Dua Pekan Sebelum MudikPratikno menjelaskan pemeriksaan kesehatan bagi para sopir bus dilakukan sekitar dua pekan sebelum mereka bertugas mengemudi saat mudik Lebaran.
Dengan waktu tersebut, masalah kesehatan yang ditemukan dapat ditangani lebih dulu sebelum sopir bertugas di jalan.
Sejauh ini tercatat 338 sopir bus dari 18 pool perusahaan otobus di terminal wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat telah mengikuti program CKG. Jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah.
Pemeriksaan Tekanan Darah hingga Tes NarkobaDalam pemeriksaan tersebut, sejumlah aspek kesehatan pengemudi diperiksa, mulai dari tekanan darah hingga tes narkotika.
"Selain screening, yang dilakukan adalah tekanan darah, gula darah, tes alkohol, dan juga tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya," ungkap dia.
Pratikno menambahkan salah satu kondisi kesehatan yang menjadi perhatian utama adalah tekanan darah tinggi.
"Jadi kalau layak akan diberi izin, kalau tidak layak ya tidak memenuhi syarat akan dilakukan pengobatan sampai kemudian memenuhi syarat aman untuk mengemudi," jelasnya.





