Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan praktik korupsi di industri kesehatan membuat harga obat di Indonesia mahal. Budi meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap hal itu.
"Yang mungkin paling banyak dirasakan masyarakat ya, harga obat mahal. Nah, itu harga obat mahal itu tadi saya cerita ke Pak Ketua (Ketua KPK), kita sama Malaysia itu bedanya kita bisa lebih mahal 3 kali sampai 5 kali dari Malaysia. Nah, itu kan secara sistemik mesti diberesin kan, kenapa bisa semahal itu," kata Budi.
Hal itu disampaikan Budi di acara Penandatanganan MoU Kemenkes dengan KPK dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi pada sektor kesehatan di gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (11/3). Hadir dalam kesempatan itu Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Budi mengatakan harga obat di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan Malaysia bukan karena tingginya pajak seperti yang disebut orang-orang, melainkan hal lain.
Korupsi SistemikBudi menegaskan bahwa harga obat yang mahal dan berbeda jauh dengan negara lain berpotensi menunjukkan adanya korupsi sistemik di industri kesehatan. Ia pun merinci elemen-elemen yang berkelindan dalam ekosistem industri kesehatan tersebut yang ingin diperbaikinya.
"Kita ingin memperbaiki [mendorong] perilaku yang tidak koruptif di industri ini. Karena ini selain Kementerian Kesehatan sebagai regulator, ada rumah sakit, ada asuransi kesehatan, ada dokter-dokternya, ada perusahaan farmasinya yang membangun ekosistem industri kesehatan, yang sebenarnya kalau kita lihat dari perbedaan harganya, memiliki potensi besar untuk systemic corruption happens in this industry," tutur Budi.
Budi berharap kepada KPK agar dapat membantu tidak hanya membersihkan institusi yang dipimpinnya, melainkan industri kesehatan. Menurutnya, ada korupsi secara sistemik yang harus dirapikan.





