Polri telah mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas one way, contraflow, hingga ganjil genap saat arus mudik Lebaran 2026. Hal ini telah dibahas dan tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).
"Dalam SKB tersebut ditentukan tentang rekayasa manajemen arus lalu lintas, baik itu one way, contraflow, ganjil genap, dan juga pengaturan di penyeberangan pelabuhan kapal," kata Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, dalam jumpa pers Update PHTC dan Kesiapan Mudik Lebaran di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (11/3).
Dia menuturkan, bila berkaca dari musim mudik sebelumnya, rekayasa lalu lintas one way akan diterapkan dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung. Sementara contraflow dilaksanakan pada KM 47 hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek.
Namun demikian, pada tahun ini penerapan skema rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan dengan menyesuaikan situasi kepadatan kendaraan.
"Di dalam rekayasa lalu lintas, polisi juga akan melaksanakan diskresi secara situasional. Kapan akan dilaksanakan one way, kemudian one way lokal, kemudian one way sepenggal, contraflow, ganjil genap, pembatasan angkutan, delay system, maupun pengalihan arus lalu lintas," ucap Dedi.
"Ini semuanya dalam rangka memperlancar kegiatan arus mudik dan arus balik yang diikuti oleh masyarakat," lanjutnya.
Setiap rekayasa lalu lintas yang dilakukan, Dedi memastikan masyarakat akan diinformasikan dua jam sebelumnya.





