Jakarta, VIVA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, mengungkapkan sebanyak 70 juta orang telah mengikuti program cek kesehatan gratis (CKG). Hasilnya, ada kelompok anak usia sekolah yang mengalami masalah kesehatan, termasuk depresi.
"Pada kelompok usia ini (anak sekolah) masalah kesehatan didominasi oleh gaya hidup dan perawatan kebersihan dasar, kurangnya kebugaran fisik 60,7 persen, karies atau karang gigi 47,2 persen, anemia 27,5 persen. Dan ini tentu kita perlu jadikan catatan Pak Pratik, kesehatan jiwa atau depresi 6,3 persen," kata Qodari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2025
Sementara untuk kelompok usia dewasa, lanjut Qodari, masalah kesehatan paling tinggi diakibatkan adanya krisis aktivitas fisik. Mulai dari kolesterol hingga hipertensi.
"Risiko kardiovaskular dan metabolik yang tinggi, risiko stroke akibat masalah kolesterol 44%. Lingkar perut di atas batas normal 31 persen dan hipertensi atau tekanan darah tinggi 18,1 persen," kata Qodari.
"Kondisi spesifik, terdapat temuan signifikan pada wanita dewasa di mana 24,8 persen mengalami anemia," sambungnya.
Di sisi lain, Qodari menjelaskan program cek kesehatan gratis itu ditargetkan bakal menyasar 200 juta orang selama 2025-2026. Di tahun ini, hingga Maret 2026, tercatat sudah ada 13,8 juta orang yang mendaftar.
"Pada Januari hingga Februari 2026, program CKG telah melayani 10.563.593 orang peserta di 9.543 Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten kota. Dari jumlah tersebut sebanyak 714.808 peserta atau sekitar 8,6 persen telah mendapatkan pengobatan. Sementara lebih dari 7,5 juta peserta lainnya masih dalam proses tindak lanjut oleh Kementerian Kesehatan," pungkasnya.





