- Sebuah gedung Konsulat Amerika Serikat di Toronto ditembak pada Selasa (10/3/2026) oleh dua pria yang mengendarai Honda CR-V putih.
- Polisi Toronto menyelidiki insiden tersebut, yang terjadi di tengah meningkatnya konflik AS-Israel melawan Iran, tanpa ada korban luka.
- Aparat keamanan Kanada segera memperketat pengamanan di fasilitas diplomatik Amerika dan Israel menyusul penembakan tersebut.
Suara.com - Tembakan dilepaskan ke arah gedung Konsulat Amerika Serikat di Toronto, Kanada, pada Selasa (10/3/2026) waktu setempat.
Insiden ini menjadi serangan terbaru terhadap fasilitas diplomatik Amerika di tengah meningkatnya perang AS-Israel melawan Iran.
Polisi Toronto menyebut tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa orang dilaporkan berada di dalam gedung yang memiliki sistem keamanan tinggi saat tembakan dilepaskan.
Menurut penyelidikan awal, dua pria menjadi tersangka dalam kasus ini.
Keduanya diduga datang menggunakan mobil Honda CR-V putih dan berhenti di depan konsulat sekitar pukul 04.30 waktu setempat sebelum menembakkan pistol ke arah bangunan.
“Kami sedang mencari dua pria yang diduga terlibat dalam penembakan ini,” kata Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Francisco Barredo.
Ia menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif serangan tersebut.
Barredo juga berusaha menenangkan warga meski insiden tersebut memicu kekhawatiran. “Kami memahami kekhawatiran masyarakat, tetapi saat ini tidak ada ancaman langsung terhadap keselamatan publik,” ujarnya.
Setelah kejadian itu, aparat keamanan Kanada langsung meningkatkan penjagaan di sejumlah lokasi diplomatik. Pengamanan diperketat di Konsulat AS, Konsulat Israel di Toronto, serta beberapa kedutaan di ibu kota Ottawa.
Baca Juga: GILA! Israel Beli 5.000 Bom Pintar dari Boeing, Buat Hancurkan Iran?
Menteri Keamanan Publik Kanada, Gary Anandasangaree, mengecam keras penembakan tersebut. Ia menyebut tindakan tersebut tidak dapat diterima dalam situasi apa pun.
“Penembakan di luar Konsulat AS di Toronto pagi ini benar-benar tidak dapat diterima,” tulis Anandasangaree di media sosial.
“Kanada tidak akan pernah mentoleransi intimidasi dan kekerasan terhadap siapa pun, termasuk sahabat Amerika kami di Kanada.”
Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, juga mengutuk insiden tersebut.
Ia menyebut serangan itu sebagai “tindakan kekerasan dan intimidasi yang tidak bisa diterima.”
“Saya berharap polisi menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan pelaku,” kata Ford.



