JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang perayaan Hari Raya Idulftri, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap potensi penularan penyakit, salah satunya campak, terutama saat momen silaturahmi keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memegang atau mencium bayi dan balita saat berkunjung ke rumah kerabat.
“Salah satu pesannya adalah jangan suka megang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan,” kata Ani, Rabu (11/3/2026) dikutip Antara.
Menurut Ani, langkah pencegahan sederhana ini penting dilakukan karena anak-anak, khususnya bayi dan balita, memiliki sistem imun yang belum sekuat orang dewasa.
Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Rabu 11 Maret 2026, Cek 14 Titiknya
Ani menjelaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus campak di Jakarta. Meski begitu, penyakit tersebut telah terdeteksi di sejumlah wilayah yang berada di sekitar ibu kota.
Situasi tersebut membuat masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mobilitas dan interaksi sosial meningkat menjelang hari raya.
“Jadi, ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang hari raya,” ujar Ani.
Momentum Lebaran yang identik dengan kunjungan antar keluarga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.
Dokter: Campak Masih Ada karena Imunisasi Tidak Lengkap
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- kesehatan anak
- penularan campak
- imunisasi anak
- hari raya idulfitri
- dinkes dki jakarta
- lebaran





