Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan pesan khusus saat meninjau persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SMP Negeri 2 Peudada, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.
"Siang ini kami mengunjungi UPTD SMPN 2 Peudada untuk memastikan persiapan TKA agar berjalan dengan baik. Tentunya kami mendorong para murid untuk melaksanakan TKA ini dengan slogan serta semangat jujur dan gembira," kata Mendikdasmen Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Terkait pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP, ia menuturkan kedua jenjang tersebut akan diujikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan tujuan yaitu mengukur kemampuan literasi melalui mata ujian Bahasa Indonesia dan mengukur tingkat numerasi pada mata ujian Matematika.
"Hasil TKA nanti menjadi salah aspek penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan Kabupaten Bireun agar pelaksanaan TKA nanti berjalan dengan lancar serta terlaksana dengan semangat jujur dan gembira," imbuhnya.
Sementara itu, guru Matematika UPTD SMPN 2 Peudada Dewi Nofita mengatakan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) sangat membantunya dan para murid dalam persiapan TKA.
Baca juga: Ombudsman Lampung: Murid tak boleh diberatkan dalam TKA
Menurut dia, media tersebut memacu para guru untuk dapat membuat soal-soal dengan visual yang kreatif, dan membuat murid menjadi tidak bosan saat mengerjakan soal maupun pendalaman materi.
"Untuk persiapan TKA, para murid sudah melakukan pendalaman materi ujian sejak awal masuk semester genap. Dua mata pelajaran tersebut masing-masing kami diberikan waktu belajar 10 jam per satu minggu secara bergilir. Puji syukur persiapan sudah sangat baik dan semoga murid-murid kami mendapatkan hasil yang terbaik," ujar Dewi.
Sebagai peserta TKA 2026, siswi kelas 9 UPTD SMPN 2 Peudada Haiyatul Husna merasa sangat siap untuk mengikuti TKA pada bulan April mendatang.
Di tengah situasi pascabencana, Husna sangat bersyukur masih dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mendapatkan nilai maksimal pada TKA 2026.
"Senang rasanya dapat bertemu, diberikan semangat, dan motivasi dari Menteri Mu’ti. Untuk persiapan TKA, setiap hari saya selalu mengerjakan soal dan mendalami materi di sekolah. Pastinya sangat berharap nilai terbaik untuk bisa melanjutkan ke jenjang SMA dan SMK," ujar Husna.
Baca juga: Mendikdasmen: TKA 2026 untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi
Baca juga: Kemendikdasmen bangun posko pantau pelaksanaan TKA SD-SMP
"Siang ini kami mengunjungi UPTD SMPN 2 Peudada untuk memastikan persiapan TKA agar berjalan dengan baik. Tentunya kami mendorong para murid untuk melaksanakan TKA ini dengan slogan serta semangat jujur dan gembira," kata Mendikdasmen Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Rabu.
Terkait pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP, ia menuturkan kedua jenjang tersebut akan diujikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan tujuan yaitu mengukur kemampuan literasi melalui mata ujian Bahasa Indonesia dan mengukur tingkat numerasi pada mata ujian Matematika.
"Hasil TKA nanti menjadi salah aspek penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan Kabupaten Bireun agar pelaksanaan TKA nanti berjalan dengan lancar serta terlaksana dengan semangat jujur dan gembira," imbuhnya.
Sementara itu, guru Matematika UPTD SMPN 2 Peudada Dewi Nofita mengatakan penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) sangat membantunya dan para murid dalam persiapan TKA.
Baca juga: Ombudsman Lampung: Murid tak boleh diberatkan dalam TKA
Menurut dia, media tersebut memacu para guru untuk dapat membuat soal-soal dengan visual yang kreatif, dan membuat murid menjadi tidak bosan saat mengerjakan soal maupun pendalaman materi.
"Untuk persiapan TKA, para murid sudah melakukan pendalaman materi ujian sejak awal masuk semester genap. Dua mata pelajaran tersebut masing-masing kami diberikan waktu belajar 10 jam per satu minggu secara bergilir. Puji syukur persiapan sudah sangat baik dan semoga murid-murid kami mendapatkan hasil yang terbaik," ujar Dewi.
Sebagai peserta TKA 2026, siswi kelas 9 UPTD SMPN 2 Peudada Haiyatul Husna merasa sangat siap untuk mengikuti TKA pada bulan April mendatang.
Di tengah situasi pascabencana, Husna sangat bersyukur masih dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mendapatkan nilai maksimal pada TKA 2026.
"Senang rasanya dapat bertemu, diberikan semangat, dan motivasi dari Menteri Mu’ti. Untuk persiapan TKA, setiap hari saya selalu mengerjakan soal dan mendalami materi di sekolah. Pastinya sangat berharap nilai terbaik untuk bisa melanjutkan ke jenjang SMA dan SMK," ujar Husna.
Baca juga: Mendikdasmen: TKA 2026 untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi
Baca juga: Kemendikdasmen bangun posko pantau pelaksanaan TKA SD-SMP




