REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setara Institute mencatat kondisi kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang 2025 belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan sepanjang 2025 terjadi 221 peristiwa pelanggaran KBB dengan 331 tindakan. Angka ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 260 peristiwa dengan 402 tindakan.
Baca Juga
Korsel Kirim Sistem Rudal Cheongung-II ke UEA Lawan Serangan Iran
Nostradramus Kekalahan AS
Rudal Presisi Tinggi dengan Hulu Ledak Lebih dari 4 Ton, Iran Pecundangi AS dan Zionis Israel
“Hal ini menjadi bukti bahwa negara belum berkomitmen untuk menjaga stabilitas nasional melalui pemeliharaan toleransi antarumat beragama,” ujar Halili saat merilis laporan KBB 2025, Selasa (10/3/2026).
Dari total pelanggaran tersebut, 128 tindakan dilakukan aktor negara, sedangkan 197 tindakan dilakukan aktor nonnegara.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Peneliti Setara Institute, Ikhsan Yosarie, menyebutkan pelanggaran banyak dipicu regulasi diskriminatif terhadap kelompok minoritas, seperti umat Kristen, Katolik, dan Jemaat Ahmadiyah.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ameera Network (@ameeranetwork)