Curhat Sempat Dimaki-maki Netizen, Purbaya Pastikan Kurs Rupiah Masih Moderat

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pelemahan nilai tukar atau kurs Rupiah masih moderat dibandingkan mata uang negara lain, meskipun sempat terdepresiasi hingga menembus Rp 17.000 per dolar AS pada 9 Maret 2026.

Purbaya mengatakan, di tengah meningkatnya dinamika global dan tensi geopolitik setelah pecahnya perang Iran dengan AS dan Israel, tekanan pada sektor keuangan domestik masih dalam batas yang terkendali.

"Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara peers. Ini mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal-moneter yang kuat," tegasnya saat konferensi pers APBN KiTA Februari 2026, Rabu (11/3).

Purbaya mencatat, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi 0,3 persen sejak perang AS-Israel dan Iran. Menurutnya, kondisi ini masih lebih moderat dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia melemah 0,5 persen dan Thailand 1,6 persen.

Dia pun sempat curhat dimaki-maki oleh netizen di media sosial, terutama TikTok, saat nilai tukar Rupiah sempat menembus Rp 17.000 per dolar AS. Dia menegaskan bahwa depresiasi ini jangan hanya dilihat dari level saja, namun seberapa besar dampak ke pelemahannya.

"Dari situ sih kita masih lumayan, walaupun di TikTok saya dimaki-maki orang katanya, 'hey Pak Purbaya, menteri keuangan, kerjanya apa aja lu, tuh rupiah lihatin,' tapi kita menilai harus dengan fair, apa yang terjadi dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa," ungkap Purbaya.

"Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita yang baik," tandasnya.

Sebelumnya, tekanan di pasar valas ini terjadi bersamaan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah lonjakan harga minyak dunia. Situasi tersebut memicu kekhawatiran di pasar keuangan mengenai ketahanan ekonomi domestik. Meski begitu, Purbaya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan belum menunjukkan indikasi perlambatan.

“Ekonomi sedang ekspansi. Resesi saja belum, melambat pun belum,” kata Purbaya kepada wartawan di Blok A Pasar Tanah Abang, Senin (9/3).

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (9/3), nilai tukar rupiah dibuka menyentuh Rp 17.017 per dolar AS. Sementara hingga pukul 15.59 WIB, rupiah berada di posisi Rp 16.949 per dolar AS.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah dan tekanan di pasar saham saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global. Faktor utama yang memicu gejolak adalah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional yang mendorong kenaikan harga energi, terutama minyak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Beberkan Motif Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri P2MI Puji Ekosistem Binawan: Role Model Penempatan Pekerja Migran Sektor Profesional
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BINUS Bagi-Bagi Emas! Mahasiswa Berprestasi Bisa Dapat 2 Gram dan Bebas DP3
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prancis Apresiasi Capaian Ketahanan Pangan Indonesia, Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Jenderal Agus Subiyanto Sebut Siaga 1 TNI Hal Biasa di Militer
• 11 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.