Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut pihaknya melakukan sejumlah operasi modifikasi cuaca menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan selama periode mudik dan libur Idul Fitri.
Hal itu disampaikan Faisal dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di DPR, Rabu (11/3). Faisal menjelaskan modifikasi cuaca dilakukan di beberapa wilayah guna mengurangi curah hujan dan menekan potensi bencana hidrometeorologi.
“Untuk modifikasi cuaca, tadi telah disampaikan oleh Bapak Menteri Perhubungan, ada tiga daerah yang sekarang sedang berlangsung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk pengurangan curah hujan dengan efektivitas dapat kita lihat di Posko Halim itu berkurang hingga 21%, kemudian Posko Husein Sastranegara pengurangannya hingga mendekati 50%, dan di Posko Ahmad Yani itu 41%,” kata Faisal.
Ia berharap operasi tersebut dapat membantu menekan potensi gangguan cuaca selama periode mudik.
“Harapannya dapat mengendalikan, mengurangi terjadinya potensi bencana hidrometeorologi di daerah-daerah tersebut,” lanjutnya.
Modifikasi Cuaca Juga Dilakukan di Riau
Selain itu, BMKG juga melakukan operasi modifikasi cuaca di Riau. Di wilayah tersebut, operasi dilakukan untuk menambah curah hujan dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau di Riau ini kita melakukan penambahan curah hujan. Setelah 33 sorti kita dapat menambah hingga 50% curah hujan di area tersebut,” tutur Faisal.
BMKG juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca di sejumlah pelabuhan penyeberangan yang diprediksi akan padat pemudik, yakni Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni serta Pelabuhan Gilimanuk-Pelabuhan Ketapang.
“Rencananya akan dilaksanakan tanggal 17 dan 18 Maret 2026. Harapannya dapat mengendalikan hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di area pelabuhan-pelabuhan yang akan dipadati oleh pemudik nantinya yaitu di Merak-Bakauheni dan di Ketapang-Gilimanuk,” tambahnya.





