JAKARTA, DISWAY.ID - Proyek galian jaringan utilitas di Jakarta seperti tidak ada habisnya hingga menyebabkan kemacetan di mana-mana.
Salah satu proyek galian yang terlihat tidak pernah selesai yakni pemasangan dan perawatan pipa air minum PAM Jaya.
BACA JUGA:Tak Ada Diskon Tarif Tol di Mudik Lebaran 2026, Ini Alasannya!
BACA JUGA:Terungkap! Pelaku Habisi Pensiunan JICT karena Panik Korban Terbangun untuk Sahur
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, proyek galian akan selalu ada karena Jakarta tidak memiliki Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
SJUT merupakan infrastruktur bawah tanah yang dirancang untuk menempatkan kabel telekomunikasi, listrik, dan pipa utilitas lainnya secara terpadu.
Jika berkaca dengan kota-kota modern di dunia, seharusnya Jakarta sudah memiliki fasilitas SJUT.
Dengan begitu tidak perlu lagi melakukan penggalian untuk memasang atau sekedar perawatan jaringan utilitas.
BACA JUGA:Gak Ada Akhlak! Profesor pun Dihina Abu Janda saat Live Soal Israel, Diusir Aiman usai Ngomong Kotor
BACA JUGA:Viral Gosip Perselingkuhan di Lingkungan Kedokteran, Istri Sahnya Dokter dan Mantan Artis Cilik
Hal ini dikatakan Arief saat acara Balkoters Talk dengan tema "Implementasi SDG's Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global di Press Room Balai Kota Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026.
"Jakarta belum punya SJUT. Harusnya tuh kalau di kota-kota yang modern, yang lainnya, mereka tuh ada yang namanya SJUT. Jadi pipa utilitas semua yang dibutuhkan sama kota itu ada di situ," kata Arief.
Selain itu, proyek galian di Ibu Kota terkesan abadi karena adanya tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Kata Arief, perusahaan milik daerah dan milik pemerintah pusat memiliki kebutuhan dan jadwal kerja masing-masing.
BACA JUGA:Abu Janda Diskakmat Feri Amsari soal Israel, Malu Bukan Main usai Diusir Aiman!
- 1
- 2
- »





