REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) selalu tersedia di seluruh Tanah Air. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau panik dengan membeli komoditas tersebut secara berlebihan.
"Pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Menteri Bahlil, dikutip dari tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga
Konflik Timur Tengah Bisa Tekan Ekonomi Indonesia, Ini Peringatan Kemenkeu
Belum Daftar SLHS, 717 SPPG di Indonesia Timur akan Segera Kena Suspend
Bahlil menjelaskan kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.
"Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun BBM yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara stok yang tersedia kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis dalam 23 hari. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," jelasnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menteri ESDM menegaskan lagi angka stok BBM yang setara dengan 23 hari itu bukan berarti persediaan tersebut akan habis dalam waktu 23 hari.
Angka itu hanya menunjukkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu.
Untuk memperjelas cara kerja pasokan, Bahlil memberi perumpamaan sederhana. Stok BBM, kata dia, ibarat toren atau penampung air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volumenya berkurang.