jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam bersuara keras menyikapi kabar PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu pikap dari India tanpa pembahasan sebelumnya.
Hal demikian dikatakan Anam saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).
BACA JUGA: Dirut Agrinas Absen Rapat Bareng Komisi VI Gegara Keringat Dingin
Diketahui, rapat beragenda evaluasi progres, strategi operasional, hingga sistem pengawasan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Komisi IV mengundang Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk hadir.
BACA JUGA: Dasco Minta Impor Pikap untuk Kopdes Ditunda, Dirut Agrinas Pangan Ungkap Diagram Rahasia
Ferry terpantau hadir, sedangkan Joao Angelo absen akibat demam dan keringat dingin sejak Selasa (10/3) kemarin.
Anam mengkritik ketidakhadiran Joao Angelo dalam rapat, sekaligus meminta kegiatan dijadwalkan ulang sampai Dirut Agrinas bisa hadir ke DPR.
BACA JUGA: ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Dokumen Pengadaan Pikap Rp 24,66 Triliun
"Kami minta keseriusan dari Agrinas untuk bagaimana Pak Dirut untuk bisa hadir di tempat ini kapan, Pak? Kapan, di-WhatsApp hari ini. Apakah nanti malam apakah besok, kami tunggu," ujar dia dalam rapat, Rabu.
Legislator fraksi PDI Perjuangan itu menyebut urusan impor 105 ribu pikap untuk Kopdes Merah Putih menjadi isu serius.
Sebab, kata dia, jumlah kendaraan sangat besar dan DPR perlu tahu kepentingan di belakang yang membuat PT Agrinas memaksakan pengadaan 105 ribu pikap.
"Ingin tahu itu kepentingan siapa," ujarnya.
Toh, kata Anam, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga tak tahu pengadaan 105 ribu pikap, termasuk kepala desa sebagai pengguna kendaraan yang belum pernah diajak bicara.
Dia menilai langkah pengadaan 105 ribu pikap tanpa diketahui Kemenkop dan pengguna melecehkan rakyat.
"Agrinas bukan hanya melangkahi konstitusi kita, melecehkan rakyat dan juga melecehkan Pak Menteri Koperasi," kata Anam.
Sementara itu, anggota Komisi VI Sturman Panjaitan menyarankan DPR bisa memberikan layanan kesehatan bagi Joao Angelo yang absen rapat akibat sakit.
"Saya menginginkan kalau boleh, kami cek ke sana, kita datangkan tim ke sana meyakinkan kesehatan beliau benar-benar prima, jangan sampai kalau sakit kita ajak ke mari, kasihan," ujar dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Geruduk PT Agrinas, Massa KAMMI Jakarta Tuntut Impor Pikap India Disetop
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan



