Menaker: Disrupsi teknologi jadi peluang kembangkan keterampilan baru

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai disrupsi teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) menjadi peluang bagi angkatan kerja muda untuk mengembangkan keterampilan (skill) baru.

“Jadi siapkan diri, kompetensi tentu menjadi uji, pergeseran saat ini menjadi peluang ke depan. Jadi tetap terus membekali diri, dan lengkapi dengan kompetensi-kompetensi spesifik,” kata Menaker dalam pengambilan siniar ANTARA di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan keterampilan baru tersebut pun membuka peluang lainnya dalam pekerjaan yang semakin relevan dengan perubahan zaman.

“Mereka (angkatan kerja muda) harus siapkan, memahami pasar kerja seperti apa sekarang dan ke depan, market entry readiness. Ada disrupsi terkait green jobs, digitalisasi, yang itu berdampak dengan pasar kerja,” kata Yassierli.

Lebih lanjut, ia mengatakan penting bagi angkatan kerja muda untuk mempersiapkan diri, tidak hanya dari kompetensi yang dimiliki, tapi memperhatikan aspek lainnya yaitu penguatan kemampuan teknis (technical skills) dan kemampuan lunak (soft skills).

“Yang terutama kompetensi teknis atau technical skill, kemudian kompetensi soft skill yang termasuk bahasa, soft skill, human skills, mereka juga harus siapkan,” kata Yassierli.

Ia menekankan, tiga kesiapan tersebut penting karena dunia kerja sedang menghadapi ketidakpastian global, persaingan internasional yang makin ketat, serta disrupsi teknologi yang kian masif.

Dalam situasi seperti ini, lanjutnya, anak muda dituntut lebih adaptif agar tidak tertinggal saat memasuki dunia kerja, sekaligus mampu menangkap peluang baru yang muncul.

“Bagaimana (misalnya) AI ini sebagai tool bisa membantu teman-teman semua dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Menaker Yassierli.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengadakan sejumlah program pendukung seperti Magang Nasional yang ditujukan kepada lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dan Pelatihan Vokasi Nasional yang diperuntukkan lulusan SMA/SMK.

“Kalau Pelatihan Vokasi Nasional itu, mereka kami latih. Sementara Magang Nasional, bukan kami yang melatih, kita titipkan ke perusahaan, jadi kesempatan mereka untuk mendapatkan pengalaman langsung tentang cara kerja, dunia kerja, dan seterusnya,” kata Menaker.

“Jadi ini memang dua program, esensinya sama, untuk mempersiapkan mereka lebih baik, untuk siap lebih bekerja,” ujarnya menambahkan.





Baca juga: 795 ribu PMI minim keterampilan, Kemendiktisaintek perkuat kampus

Baca juga: Menaker: Penguatan keterampilan kunci hadapi disrupsi AI

Baca juga: InJourney beri pelatihan keterampilan bagi disabilitas di Bantul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eliano Reijnders Bidik Tempat di Skuad Inti Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 5 jam lalubola.com
thumb
BGN Ingatkan Mitra MBG Tak Bentuk Koperasi untuk Kuasai Pasokan Bahan Pangan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Tegas Takkan Seret Indonesia ke Urusan Negara Lain: Tekad Kita Jaga Persahabatan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kapolda Sumsel Perkuat Pengawasan Senpi, Dukung Olahraga Menembak Nasional
• 8 jam laludetik.com
thumb
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Saat Mudik Lebaran
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.