VIVA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap membuka pintu bagi tim nasional Iran untuk berlaga di FIFA World Cup 2026. Hal itu disampaikan Infantino setelah keduanya membahas persiapan turnamen di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Infantino menyebut Trump menegaskan bahwa tim Iran tetap dipersilakan bertanding di turnamen yang akan digelar di United States, Mexico, dan Canada pada Juni–Juli 2026.
“Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen yang digelar di Amerika Serikat,” tulis Infantino melalui akun Instagram pribadinya.
Infantino menambahkan bahwa Piala Dunia diharapkan bisa menjadi ajang yang menyatukan banyak pihak di tengah situasi global yang penuh ketegangan.
“Kita semua membutuhkan ajang seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang, sekarang lebih dari sebelumnya. Sepak bola mempersatukan dunia,” ujar Infantino.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang memanas setelah serangan militer yang melibatkan United States dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta memicu gelombang serangan balasan berupa rudal dan drone ke berbagai target di kawasan Timur Tengah.
Situasi perang tersebut memunculkan keraguan apakah Iran benar-benar bisa tampil di Piala Dunia 2026. Apalagi seluruh laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat.
Keraguan semakin menguat setelah Iran menjadi satu-satunya negara yang tidak hadir dalam pertemuan perencanaan Piala Dunia yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, pekan lalu.
Jika Amerika Serikat menolak kehadiran tim Iran, tuan rumah Piala Dunia itu justru bisa mendapat sanksi dari FIFA. Kasus serupa pernah terjadi pada Indonesia yang dicoret sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023 setelah menolak kehadiran tim Israel.
Sementara itu, Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sempat mempertanyakan keamanan jika timnya harus bermain di Amerika Serikat.
“Jika Piala Dunia seperti ini situasinya, siapa yang waras yang mau mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?” kata Taj di televisi nasional Iran.





