Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyatakan momen Ramadan hingga Lebaran 2026 menjadi potensi peningkatan omzet bagi pelaku UMKM.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mencatat jika berdasarkan estimasi, pendapatan UMKM yang pada hari biasa rata-rata sekitar Rp 1 juta per hari dapat meningkat hingga empat kali lipat selama periode Lebaran ini.
“Dari perkiraan kami, dari estimasi biasanya hari-hari biasa, UMKM rata-rata 1 juta, bisa 4 kali lipat naik di momen Ramadan ini,” kata Temmy dalam Media Gathering dan Buka Puasa Bersama Kementerian UMKM di Smesco Labo, Jakarta, Rabu (10/3).
Sementara itu, Kementerian UMKM memproyeksikan perputaran uang selama mudik dan Lebaran 2026 diperkirakan berada di kisaran hingga Rp 190 juta.
“Dan ini momentum untuk UMKM bisa mengambil pasar ini. Bukan hanya di penonton, tapi juga ikut tampil untuk bisa menikmati lonjakan omzet yang akan terjadi,” ucap Temmy.
Ia menambahkan, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk dan pelayanan agar mampu menarik minat konsumen. Menurutnya, masyarakat cenderung memilih produk yang lebih bersih, rapi, dan berkualitas, baik untuk makanan di rest area maupun produk lain seperti fesyen dan oleh-oleh.
“Sayang sekali kalau perhelatan tahunan ini yang besar, (keuntungannya) tidak diambil oleh UMKM,” tutur Temmy.
Berdasarkan catatan Temmy, potensi perputaran uang selama periode Lebaran 2026 diperkirakan tetap besar seiring tingginya mobilitas masyarakat. Berdasarkan proyeksi, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143 hingga 144 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk.
Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi Lebaran 2025 yang mencapai 154,6 juta pemudik atau sekitar 54,89 persen penduduk.
Meski demikian, potensi transaksi ekonomi selama periode tersebut diperkirakan masih berada di kisaran Rp 175 triliun hingga Rp 190 triliun, mendekati perputaran uang pada Lebaran 2025 yang tercatat sebesar Rp 180,9 triliun.





