Main Film Kupilih Jalur Langit, Irgi Fahrezi Ungkap Prinsip Pilih Jodoh untuk Anak

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aktor Irgi Fahrezi turut ambil bagian dalam film terbaru berjudul Kupilih Jalur Langit. Film tersebut mengangkat kisah tentang pernikahan yang berawal dari proses perjodohan.

Melalui cerita tersebut, film ini menyoroti berbagai dinamika yang muncul dalam hubungan yang dijalani karena pilihan keluarga. Tema ini pun dinilai dekat dengan realitas kehidupan sebagian masyarakat.

Irgi Fahrezi pun membagikan pandangannya mengenai perjodohan, khususnya jika dikaitkan dengan kehidupan keluarganya sendiri. Ia mengaku memiliki pandangan tersendiri dalam menyikapi masa depan anak-anaknya.

Sebagai seorang ayah, Irgi menyadari bahwa anak-anak di zaman sekarang memiliki karakter yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Ia menilai penting bagi orang tua untuk memberikan ruang bagi anak dalam menentukan pilihan hidup.

"Kalau anak sekarang, karena saya sudah punya anak yang memang sudah tumbuh dewasa, dari mereka SMP aja udah kelihatan karakternya kan? Mereka ini adalah anak-anak yang memang harus diberi ruang privasi," ujarnya saat berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, hubungan antara orang tua dan anak perlu dibangun dengan rasa saling menghormati. Dengan begitu, kedekatan emosional dapat terjalin secara lebih baik.

"Jadi kita tuh memang harus kalau kita memang mau dihormatin, mau disayangin, ya kita sayangi mereka dulu, kita hormati mereka dulu gitu," katanya.

"Jadi anak sekarang tuh nggak bisa di-drive. Justru kita tuh banyak-banyak diskusi," lanjutnya.

Ketika berbicara soal pasangan hidup atau jodoh, pria berusia 49 tahun ini mengaku memiliki prinsip dasar yang cukup sederhana. Ia mengatakan bahwa ada beberapa hal utama yang perlu diperhatikan terlebih dahulu.

"Nah kalau kaitannya tadi bahwa pilihan terhadap jodoh lah gitu ya, pasangan hidup, kalau saya sebagai orang tua cari yang paling basic dulu," ucapnya.

Menurut Irgi, kesamaan keyakinan menjadi hal paling penting dalam sebuah hubungan. Ia percaya bahwa fondasi tersebut dapat menjadi dasar kuat dalam membangun kehidupan rumah tangga.

 

"Password-nya disamain dulu. Satu agama lah gitu loh. Jadi satu keyakinan, itu yang utama dulu," ungkapnya.

Selain itu, ia juga percaya bahwa banyak hal lain dalam hubungan akan berkembang seiring berjalannya waktu. Nilai-nilai seperti saling menyayangi keluarga pasangan juga dapat tumbuh melalui proses.

"Nah terus yang lain-lainnya itu kan nanti akan tumbuh dengan sendirinya. Contoh soal misalnya apakah dia akan menyayangi keluarga pasangannya, ya itu kan harus dikasih masukan dari sebelum-sebelumnya. Karena saya juga dulu begitu," pungkasnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barca vs Newcastle: Flick Kritik Penguasaan Bola Blaugrana
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Stok BBM Menipis Imbas Perang Iran, Thailand dan Vietnam Anjurkan Pekerja WFH
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Friderica Paparkan 8 Kebijakan Prioritas saat Fit and Proper Test Komisioner OJK
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menhub Prediksi Mobil Pribadi dan Motor Dominasi Mudik 2026, Jalur Arteri Bakal Padat
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Seskab Teddy Bicara PP TUNAS: Orang Tua Harus Ikut Awasi Anak di Media Sosial
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.