Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengusulkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat upaya mengatasi banjir yang masih menggenangi puluhan desa di wilayahnya.
Usulan tersebut disampaikannya saat audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur di Kantor BMKG Juanda Surabaya.
“Kami mengusulkan agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Lamongan, khususnya di wilayah dengan genangan cukup tinggi, sehingga kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan banjir di Lamongan telah berlangsung sekitar empat bulan dan berdampak pada 44 desa di lima kecamatan. Bahkan di sejumlah titik ketinggian air masih mengalami peningkatan.
Baca juga: Pemkab Lamongan operasikan 15 pompa atasi banjir Bengawan Jero
Menurut dia, genangan belum dapat surut secara maksimal karena aliran air tertahan oleh tingginya muka air laut dan Bengawan Solo yang lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan terdampak.
Sementara itu, Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur Taufiq Hermawan menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menambahkan, pelaksanaan modifikasi cuaca akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau BMKG.
Apabila kondisi memungkinkan, operasi tersebut dapat dilakukan di wilayah Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BMKG juga menekankan pentingnya informasi cuaca yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan bencana secara tepat.
Baca juga: BNPB tambah pompa bergerak percepat penanganan banjir Bengawan Jero
Usulan tersebut disampaikannya saat audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur di Kantor BMKG Juanda Surabaya.
“Kami mengusulkan agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Lamongan, khususnya di wilayah dengan genangan cukup tinggi, sehingga kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas,” katanya di Lamongan, Jawa Timur, Rabu.
Ia menjelaskan banjir di Lamongan telah berlangsung sekitar empat bulan dan berdampak pada 44 desa di lima kecamatan. Bahkan di sejumlah titik ketinggian air masih mengalami peningkatan.
Baca juga: Pemkab Lamongan operasikan 15 pompa atasi banjir Bengawan Jero
Menurut dia, genangan belum dapat surut secara maksimal karena aliran air tertahan oleh tingginya muka air laut dan Bengawan Solo yang lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan terdampak.
Sementara itu, Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur Taufiq Hermawan menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menambahkan, pelaksanaan modifikasi cuaca akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau BMKG.
Apabila kondisi memungkinkan, operasi tersebut dapat dilakukan di wilayah Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BMKG juga menekankan pentingnya informasi cuaca yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan bencana secara tepat.
Baca juga: BNPB tambah pompa bergerak percepat penanganan banjir Bengawan Jero





