Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan para pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3).
Kegiatan bertajuk 'Syukuran Satu Tahun Danantara Indonesia' itu juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama. Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung pengalamannya yang pernah menerima laporan palsu yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat terkait agar tidak mencoba mengakali laporan kinerja yang akan disampaikan kepada presiden. "Jangan main-main lagi dengan saya terkait laporan palsu. Laporan yang menyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini," kata Prabowo.
Setelah memberikan peringatan tersebut, Prabowo mengatakan telah menerima laporan teranyar terkait kinerja positif Danantara. Berdasarkan laporan tersebut, Prabowo menyebut tingkat pengembalian aset atau return on asset (RoA) pada 2025 meningkat lebih dari 300% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan bener. Saya cukup gembira, return on asset satu tahun 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300%. Ini cukup baik," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengklaim peningkatan kinerja Danantara menjadi bukti langkah pemerintah membentuk lembaga tersebut berada di jalur yang tepat.
Menurut Prabowo, pembentukan Danantara didasarkan pada premis bahwa pengelolaan investasi negara harus berada dalam satu kendali manajemen yang terpusat agar dapat berjalan efektif.
Ia menilai pengelolaan ratusan bahkan ribuan entitas perusahaan dalam satu sistem yang tidak terintegrasi seperti sebelumnya akan menyulitkan pengawasan dan pengambilan keputusan.
"Saya baru tahu BUMN itu 1.000 perusahaan lebih. Tidak ada pelajaran manajemen di mana pun di dunia, satu manajemen bisa mengelola 1.000 entitas," kata Prabowo.
Peringatan satu tahun Danantara dihadiri lengkap oleh Kepala Badan Pengelola Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Kepala Bidang Investasi Danantara Pandu Patria Sjahrir, dan Kepala Bidang Operasional Danantara Dony Oskaria.
Selain dengan para pimpinan Danantara, forum tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Selain itu terpantau hadir Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudi.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga terlihat hadir.




