Kapolri: TNI-Polri Kawal Program Presiden, dari Energi Terbarukan-Hilirisasi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan TNI dan Polri turut mengawal berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pengembangan energi terbarukan hingga hilirisasi industri guna memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Sigit menyampaikan Polri dan TNI berperan penting dalam mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan dan energi.

“Dan tentunya Polri dan TNI wajib untuk mengawal dan mengamankan program-program tersebut,” kata Sigit saat buka puasa bersama Polri dan TNI di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Ia menjelaskan, berbagai kebijakan yang didorong pemerintah bertujuan agar Indonesia mampu berdiri mandiri di tengah dinamika global.

“Beberapa waktu yang lalu beliau terus mendorong berbagai macam program, utamanya menghadapi situasi yang ada bagaimana agar Indonesia betul-betul bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah penguatan ketahanan pangan dan energi.

Sigit mengatakan TNI dan Polri turut terlibat langsung dalam berbagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita semua kerja keras, utamanya masyarakat dan TNI-Polri sebagai salah satu ujung tombak bagaimana kita terlibat langsung dalam hal menjaga ketahanan pangan, dalam hal menanam padi, dalam hal menanam jagung,” kata Sigit.

“Sehingga kemudian beberapa waktu yang lalu Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita sudah melaksanakan swasembada beras dan berikutnya swasembada jagung,” sambungnya.

Selain sektor pangan, pemerintah juga mendorong pengembangan industri melalui program hilirisasi serta Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka lapangan kerja.

“Di sisi lain, beliau juga mendorong agar program-program hilirisasi, program MBG yang di satu sisi diharapkan ini bisa meningkatkan kualitas SDM, di satu sisi juga membuka lapangan pekerjaan baru,” ungkap Sigit.

Ia menambahkan hilirisasi industri terus didorong di berbagai sektor, termasuk mineral dan otomotif.

“Beberapa waktu yang lalu, beliau sudah menyampaikan ada program untuk pembangunan hilirisasi di bidang bauksit, ada program untuk membangun di bidang otomotif, kemudian industri-industri yang lain,” katanya.

Sigit juga menyinggung sejumlah program ekonomi yang akan menyasar masyarakat di tingkat bawah, seperti pengembangan Desa Nelayan dan Koperasi Merah Putih.

“Ke depan sebentar lagi akan ada program Desa Nelayan, program Koperasi Merah Putih dan ini bagian dari upaya untuk menumbuhkan ekonomi-ekonomi di tingkat bawah,” kata Sigit.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat kemandirian energi melalui pengelolaan sumur minyak serta pengembangan energi alternatif.

“Dan saat ini kita juga terus mencoba untuk kemudian juga bisa mandiri di bidang energi antara lain dengan terus mendorong adanya lifting sumur baru dan mengelola sumur-sumur tua,” ungkapnya.

Menurut Sigit, pemanfaatan sumber daya alam seperti tebu, ubi, jagung, dan sawit juga didorong untuk menghasilkan energi terbarukan.

“Di satu sisi bagaimana kita kemudian terus mendorong tanaman tebu, tanaman ubi untuk bisa ke depan dijadikan pengganti dari jenis bahan bakar bensin dengan renewable energy,” ujar Sigit.

“Demikian juga jagung, demikian juga sawit yang bisa dikelola menjadi B40, B50, B100 dan itu kemudian bisa menggantikan kebutuhan terhadap solar dari energi fosil,” lanjutnya.

Sigit menegaskan pengamanan program-program tersebut juga penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.

“Di satu sisi tentu kita juga harus tetap menjaga agar iklim investasi ini tetap kondusif. Sehingga kemudian ada investasi yang tadi sudah dibuka dengan program-program tadi, hilirisasi tadi, betul-betul kemudian bisa masuk,” kata Sigit.

Ia berharap berbagai langkah itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Sehingga kemudian itu semua menjadi suatu gerakan dan kebangkitan dalam rangka terus menjaga agar pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai harapan yang diprogramkan oleh pemerintah,” tutup dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ISKI: Komunikasi instrumen strategis jaga kedaulatan negara
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
BRI Peduli Bantu Renovasi Masjid di Kompleks Kejaksaan Makassar
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Polytron Siapkan Posko Mudik di 5 Titik Jalur Lebaran, Banyak Program Menarik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dinkes DKI Jakarta Jelaskan Alasan Belum Gelar Imunisasi Massal Campak
• 44 menit lalutvonenews.com
thumb
Komisi V DPR Soroti Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran: Ini Aneh Bin Ajaib
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.