Timur Tengah Memanas, RI Siapkan 3 Skenario Keberangkatan Haji 2026

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Haji dan Umrah Indonesia menyiapkan serangkaian skenario matang terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Langkah ini diambil guna mengantisipasi eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang masih berlangsung. Meski jadwal pemberangkatan jemaah haji dijadwalkan mulai pada 22 April 2026, pemerintah terus memantau situasi keamanan demi menjamin keselamatan jemaah.

Menteri Haji dan Umrah, Muhammad Irfan Yusuf, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, memaparkan tiga strategi mitigasi utama. Skenario pertama adalah tetap memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci dengan memitigasi risiko tinggi melalui pengalihan jalur udara. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan rute jalur selatan melewati Samudra India guna menghindari zona konflik di wilayah udara tertentu.

Skenario kedua, pemerintah Indonesia memiliki opsi untuk membatalkan keberangkatan jemaah haji meskipun otoritas Arab Saudi tetap membuka pelaksanaan haji tahun ini. Pilihan ini akan diambil dengan pertimbangan mendalam terkait risiko keamanan dan keselamatan jemaah selama dalam perjalanan maupun saat berada di wilayah tersebut. Adapun skenario terakhir adalah pembatalan total jika pemerintah Arab Saudi secara resmi menutup pelaksanaan haji 2026 akibat konflik yang tidak terkendali.
  Baca juga:
50 Ribu Jemaah Umrah Masih di Saudi, 14 Ribu Berpotensi Tertahan
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan tersebut menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini bukanlah soal berangkat atau tidak, melainkan jaminan keselamatan nyawa jemaah. Menurutnya, keputusan akhir nantinya akan diambil berdasarkan diskusi dan masukan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri. Meski situasi di Timur Tengah belum stabil, pemerintah tetap menjalankan persiapan teknis sesuai jadwal.

"Pertimbangan utama adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji, itulah yang harus kita utamakan. Berangkat atau tidak itu soal nanti. Sampai hari ini kita asumsikan semuanya berjalan dengan baik dan persiapan kita di Saudi juga dinilai bagus oleh kementerian di sana," ujar Gus Irfan.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah, agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang berkembang. Pemerintah memilih untuk tidak mengekspos rencana cadangan secara berlebihan guna menghindari kegaduhan di tengah masyarakat yang sudah lama menanti keberangkatan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jakarta Tambah Bus Mudik Gratis, Total Peserta Tembus 30.774 Orang
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perkuat Soliditas jaga NKRI, TNI-Polri Buka Puasa Bersama
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengenal BrahMos, Rudal Supersonik India yang Akan Digunakan TNI AL
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tok! Hakim Tolak Praperadilan Yaqut, Penetapan Status Tersangka Tetap Sah
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Beri Peringatan Keras: Jangan Main-main Beri Saya Laporan Palsu
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.