Sleman, tvOnenews.com - Polda DI Yogyakarta menerapkan batas kecepatan maksimal 40 km/jam bagi kendaraan yang melintas di jalan tol Yogya - Solo segmen Purwomartani - Prambanan selama periode mudik lebaran 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan pemudik, mengingat ruas jalan tersebut masih berstatus fungsional dan belum sepenuhnya beroperasi secara penuh.
Dengan kondisi jalan yang masih dalam tahap perapian di beberapa bagian, pengendara diminta untuk tetap berhati-hati saat melintas.
Karoops Polda DIY, Kombes Pol Rendra Radita Dewayana menyampaikan bahwa jalan tol Yogya - Solo segmen Purwomartani - Prambanan dibuka mulai 16-29 Maret 2026 pukul 06.00-18.00 WIB.
Ruas jalan tol sepanjang 12,25 kilometer dioperasionalkan secara gratis khusus bagi kendaraan golongan I non bus. Pembatasan kecepatan diberlakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama masa mudik.
"Karena ruas ini (segmen Purwomartani - Prambanan) masih bersifat fungsional, maka kecepatan kendaraan dibatasi 40 km/jam. Nanti, juga bisa dikurangi lagi, melihat bagaimana kondisi jalur ini," tutur Rendra disela pengecekan kesiapan, Rabu (11/3/2026).
Selain itu, Polda DI Yogyakarta juga mendirikan pos pantau di pintu masuk Gerbang Tol (GT) Purwomartani guna mengurai kemacetan kendaraan. Disana, kepolisian menempatkan personelnya melayani masyarakat yang akan mudik lebaran.
Diperkirakan, pergerakan arus mudik terjadi pada 13-14 Maret dan 18-19 Maret 2026. Nantinya, ruas jalan tol ini hanya melayani pengguna jalan yang melintas dari wilayah Yogyakarta menuju Jawa Tengah seperti Klaten, Solo dan sekitarnya.
"Diupayakan, sudah tidak ada lagi istilah kemacetan, tetapi pelambatan arus. Makanya, ada tim urai yang siap melayani masyarakat," ucap Rendra.
Terkait potensi kemacetan, Polda DI Yogyakarta akan berkoordinasi dengan Jasa Marga maupun jajaran Satuan Lalu Lintas bila terjadi kepadatan kendaraan sangat tinggi, termasuk memonitor seberapa banyak para pemudik yang memasuki ruas jalan tol ini.
"Kami sudah persiapkan sebaik mungkin bahwa kondisi bottleneck mudah-mudahan tidak terjadi. Dari Jawa Tengah sampai dengan DIY sudah ada rekayasa jalur dan beberapa skenario yang sudah kita persiapkan," kata dia.
Di lokasi yang sama, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum menambahkan, tidak menutup kemungkinan jalan tol Yogya - Solo ditutup lebih awal bila terjadi cuaca ekstrem dikarenakan ruas tersebut juga masih minim penerangan.




