BEKASI, KOMPAS.com – Seorang warga Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Lely R (33), meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM agar dapat dipulangkan dari Maroko ke Indonesia.
Lely mengaku saat ini masih berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko setelah berangkat bekerja ke negara tersebut melalui agen penyalur yang diduga tidak resmi.
“Saya mohon maaf Pak KDM. Saya tahu saya salah. Tapi mohon bantuannya untuk tiket kepulangan saya. Mohon dibantu juga untuk clearance (verifikasi) karena dari KBRI itu memulangkan saya harus ada dari pihak pemerintah,” ujar Lely kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Warga Bekasi Terjebak di Maroko, Keluarga: Lely Lulusan S2 dan Pernah Jadi Penerjemah
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat membantu berkoordinasi dengan KBRI di Maroko agar proses kepulangannya dipermudah.
“Saya cuma mohon dibantu koordinasi ke KBRI Maroko biar saya dibikinin surat pulang. Dan saya harap ini bisa jadi pembelajaran buat semua orang. Agen penyalurnya juga bisa diusut,” kata Lely.
Di tengah kondisi tersebut, Lely mengaku sangat merindukan anaknya yang masih balita di Indonesia.
“Saya ingin banget ketemu anak saya. Anak saya baru 1,5 tahun. Lihatlah warga Bekasi ini yang minta tolong, Pak KDM. Tolonglah, Pak KDM, lihat saya,” ujarnya.
Sebelumnya, kisah Lely viral di media sosial setelah ia mengunggah permohonan bantuan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar dapat dipulangkan dari Maroko.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Lely telah berada di penampungan KBRI di Maroko sejak Sabtu, 14 Februari 2026.
Saat dihubungi Kompas.com, Lely menjelaskan bahwa dirinya berangkat ke Maroko untuk bekerja setelah menemukan lowongan pekerjaan luar negeri melalui akun Thread @bjulie46_id.
Ia mengaku tertarik dengan tawaran tersebut karena kondisi ekonomi yang mendesaknya sebagai orang tua tunggal yang harus menanggung keluarga.
Baca juga: Terjebak di Maroko, Single Mom Asal Bekasi Minta Dipulangkan ke Indonesia
“Alasannya karena kondisi ekonomi. Karena saya kan single mom dan menanggung orangtua. Jadi saya merasa gaji di Indonesia enggak seberapa,” ujar Lely.
Setelah melihat lowongan tersebut, Lely kemudian menghubungi akun yang mengunggah informasi pekerjaan itu. Ia lalu diarahkan untuk berkomunikasi dengan seorang pria asal Maroko berinisial Y untuk menjalani wawancara dengan calon majikan pada akhir Desember 2025.
Usai wawancara, Lely memperoleh tiket pada 14 Januari 2026 dengan jadwal keberangkatan pada 18 Januari 2026.
Menurut Lely, sebelumnya ia dijanjikan bahwa seluruh dokumen keperluan kerja akan diurus oleh agen yang dikenalnya melalui media sosial. Dokumen seperti kartu identitas disebut akan dibuat setelah ia tiba di Maroko.





