JAKARTA, KOMPAS.TV - Jagat Satwa Nusantara kembali mencatatkan pencapaian
krusial dalam upaya pelestarian satwa endemik nasional melalui penetasan seekor anak
komodo (Varanus komodoensis) dari pasangan Arnold dan Angel pada 4 Maret 2026.
Keberhasilan ini menjadi wujud nyata dedikasi Jagat Satwa Nusantara dalam mendukung
upaya pelestarian satwa endemik melalui strategi konservasi ex-situ yang berkelanjutan.
Perjalanan penetasan seekor anak Komodo ini dimulai pada 28 Juli 2025 saat proses peletakan telur pertama kali tercatat.
Melalui pengawasan ketat dan manajemen inkubasi selama 219 hari oleh tim medis serta perawat satwa, bayi komodo tersebut akhirnya berhasil keluar dari cangkangnya dengan kondisi fisik yang sangat stabil.
Baca Juga: Resmi Berjalan, Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara Goes to School Ajak Siswa Belajar Seru
Jagat Satwa Nusantara mengatakan, berdasarkan pemeriksaan biometrik awal, anak komodo tersebut memiliki berat badan sebesar 110 gram dengan panjang tubuh mencapai 37 cm.
Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi seluruh fungsi biologis anak komodo itu berada pada parameter optimal, yang menjadi indikator kuat bagi keberhasilan fase tumbuh kembang selanjutnya.
Keberhasilan penetasan pada gelombang ketiga ini merupakan hasil dari konsistensi Jagat
Satwa Nusantara dalam mereplikasi lingkungan yang menyerupai habitat asli di Nusa
Tenggara.
Dengan mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa yang komprehensif, seluruh proses reproduksi diarahkan untuk berlangsung secara alami guna mempertahankan insting dan kualitas genetik satwa.
"Pencapaian ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melindungi kekayaan biodiversitas Indonesia agar tetap lestari," kata Jagat Satwa Nusantara dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Rabu (11/3/2026).
Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Jagat Satwa Nusantara
- telur komodo
- penetasan komodo
- komodo
- anak komodo
- Varanus komodoensis





