Bisnis.com, JAKARTA - Manajer Real Madrid Alvaro Arbeloa mengaku mengantisipasi manuver-manuver unik Manchester City yang kerap menyajikan taktik berbeda di setiap pertemuan, buah kejeniusan Pep Guardiola.
Hal itu diungkapnya dalam konferensi pers jelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA kontra The Citizens di Santiago Bernabeu dini hari nanti, Kamis (12/3/2026).
"Dia [Pep] selalu menyiapkan kejutan. Seberapa sering pun menonton timnya, ketika ada laga seperti ini, Anda tahu dia merencanakan sesuatu yang berbeda, dan Anda harus memikirkan banyak variasinya, apa yang telah digunakannya di masa lalu, dan pemain mana yang mungkin dia ganti," ungkapnya, Rabu (11/3/2026).
Arbeloa mengungkap hal tersebut dalam konteks duelnya melawan tim-tim asuhan Pep. Setidaknya, selama berseragam Real Madrid, Arbeloa sempat merasakan langsung tim Barcelona dan Bayern Munchen binaan Pep.
"Jadi saya akan sangat terkejut jika tidak ada perubahan dalam strukturnya besok. Baik soal cara menyerang atau jika dia memasukkan pemain yang berbeda ketimbang beberapa minggu terakhir. Kita harus siap ketika menghadapi pelatih seperti Pep, karena dia cenderung memikirkan pendekatannya secara menyeluruh," tambahnya.
Sayangnya, pada laga kontra Erling Haaland cs nanti, pasukan Los Blancos masih belum diperkuat oleh dua pemain bintangnya, Jude Bellingham dan Kylian Mbappe.
Baca Juga
- Pep Guardiola Istirahatkan Haaland Jelang Kontra Real Madrid
- Benar Kata Pep Guardiola, Arsenal Grogi Dalam Tekanan Perebutan Trofi
- Man City Gagal Tempel Poin Arsenal! Dua Gol Cantik Nottingham Forest Jadi Petaka Pep Guardiola
Namun, Arbeloa tetap optimistis anak-anak asuhnya bisa meraih hasil positif dan tidak akan merasa terintimidasi oleh kekuatan lawan.
Sekadar pengingat, Vinicius Jr dan kawan-kawan sudah bertemu Man City pada akhir tahun lalu pada fase grup Liga Champions di Santiago Bernabeu, berakhir kekalahan tipis dengan skor 1–2.
"Kami adalah favorit. Kami adalah Real Madrid, dan kami tidak pernah merasa lebih rendah dari siapa pun. Tidak peduli keadaan atau siapa yang kami hadapi. Kami adalah Real Madrid, dan kami tidak boleh merasa inferior terhadap siapa pun," tegasnya.
Sementara itu, Pep menekankan anak-anak asuhnya sedang dalam kondisi prima, seiring para generasi muda yang mulai semakin kompak dengan budaya tim.
"Saya justru senang bisa berada di sini [melawan Real Madrid] karena ini membuktikan kami adalah elite Eropa. Bagi saya ini adalah pembelajaran dan bagi para pemain muda ini adalah pengalaman untuk masa depan. Kami ingin terus maju dan inilah cara kami menghadapi laga sulit," jelasnya.
Pep pun mengakui akan menguji taktik segar dengan melakukan rotasi. Dirinya percaya para pemain mudanya bisa menunjukkan performa apik dalam lanskap Liga Champions, berkaca dari kesuksesan mengalahkan Newcastle dalam Piala FA putaran ke-5 akhir pekan lalu.
"Tonton pertandingannya. Itu mendefinisikan tim. Kami ingin proaktif merebut bola dan menyerang. Serang dengan konsisten berulang kali, lalu rebut bola secepat mungkin. Dalam 10 tahun, Anda memang tak bisa selalu sempurna. Hanya ada satu atau dua pemain bertahan satu dekade, tapi identitas harus tetap utuh," tegasnya.





