Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah kelompok perlawanan asal Lebanon, Hizbullah, berhasil melancarkan serangan rudal yang menargetkan stasiun satelit komunikasi milik tentara Israel di Tel Aviv dan Lembah Elah.
Fasilitas satelit di Lembah Elah tersebut diketahui merupakan infrastruktur penting yang dipergunakan militer Zionis untuk melancarkan agresi ke berbagai negara di kawasan. Serangan ini sebagai aksi balasan atas agresi militer yang dilakukan pihak Zionis terhadap kedaulatan Iran dan Lebanon dalam sepekan terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah melaporkan bahwa rudal-rudal mereka berhasil menghantam fasilitas strategis di wilayah pendudukan bagian tengah. Serangan tersebut menghancurkan stasiun satelit komunikasi di pangkalan militer serta fasilitas divisi pertahanan siber milik tentara Zionis.
Baca juga: Rudal Iran Hujani Langit Tel Aviv saat Tengah Malam
Data menunjukkan peningkatan drastis aktivitas militer Hizbullah sejak periode 2 hingga 9 Maret 2026. Pasca-agresi yang dilakukan Zionis dan Amerika Serikat ke wilayah Iran, Hizbullah tercatat telah meluncurkan total 153 serangan balasan. Operasi besar-besaran ini secara berhasil menargetkan 36 pangkalan militer Zionis di berbagai titik strategis serta sejumlah fasilitas militer krusial lainnya.
Aksi balasan Hizbullah dipicu oleh jatuhnya korban jiwa dalam skala besar akibat serangan udara Israel. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, agresi Zionis dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran dan lebih dari 400 warga Lebanon.




