Spesies Baru Keong Darat Chamalycaeus dayangmerindu Ditemukan di Sumatra Selatan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru keong darat yang diberi nama ilmiah Chamalycaeus dayangmerindu. Penemuan ini terjadi di kawasan karst Sumatra Selatan.

Spesies baru dideskripsikan oleh peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Ayu Savitri Nurinsiyah, bersama tim kolaborator dari Universitas Negeri Surabaya dan Széchenyi István University di Hungaria. Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys pada Maret 2026.

Penemuan ini merupakan hasil penelitian panjang yang dimulai sejak 2021, diawali dengan pengambilan sampel sebagai bagian dari Ekspedisi Karakterisasi dan Valuasi Kawasan Ekosistem Esensial: Karst di Sumatra, Indonesia. Setelah tahap pengumpulan spesimen, para peneliti melakukan kajian taksonomi selama beberapa tahun melalui pengamatan morfologi cangkang serta perbandingan dengan koleksi ilmiah hingga 2025.

Ayu menjelaskan, proses penetapan spesies baru membutuhkan tahapan ilmiah yang panjang dan ketat.

Peneliti harus menelaah karakter morfologi, anatomi, atau genetika organisme, lalu membandingkannya dengan spesies yang telah diketahui sebelumnya. Kemudian, hasil penelitian harus melalui proses penelaahan (peer review) oleh para ahli dunia sebelum akhirnya diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

"Perjalanan panjang pengungkapan keanekaragaman hayati sudah menjadi jejak langkah setiap Taksonom, mulai dari ekspedisi dan eksplorasi di lapangan, telaah literatur dan laboratorium, hingga proses penulisan dan pengakuan secara internasional," terang Ayu dalam pernyataan resmi.

Spesies Chamalycaeus dayangmerindu saat ini baru ditemukan di kawasan Karst Padang Bindu. Lokasi yang sangat terbatas ini membuat spesies tersebut rentan terhadap perubahan lingkungan, termasuk alih fungsi lahan dan kerusakan habitat.

Karena itu, dokumentasi dan publikasi spesies baru menjadi langkah penting untuk mendukung upaya konservasi. Tanpa deskripsi ilmiah, spesies yang ada di alam sering kali tidak tercatat sehingga sulit dilindungi.

Penelitian ini juga melibatkan generasi muda. Salah satu penulis, Latifah Nurul Aulia, merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang melakukan penelitian di BRIN sejak mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia kemudian melanjutkan riset melalui program Bantuan Riset bagi Talenta Riset dan Inovasi BRIN.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Ruas Tol Jasa Marga Didiskon 30 Persen saat Lebaran, Ini Daftarnya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Curhat Sempat Dimaki-maki Netizen, Purbaya Pastikan Kurs Rupiah Masih Moderat
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Waspada Kelelahan dan Muatan Berlebih, Ini Tips Mudik Aman dengan Kendaraan Pribadi
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DJP Bakal Audit Restitusi Jumbo, SPT Lebih Bayar Juga Diperiksa
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Di Tengah Perang Iran VS AS-Israel, Presiden Prabowo: Kita Akan Keluar dari Krisis
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.