Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga terdampak bencana agar dapat merayakan Idul Fitri dengan baik dan hikmat. Hingga Selasa (10/3), BNPB mencatat kebutuhan huntara di Kabupaten Gayo Lues mencapai 1.713 unit, namun baru 1.518 unit yang selesai dibangun.
Huntara komunal di kawasan Agusen, Kecamatan Blangkejeren, saat ini menjadi tempat tinggal sementara bagi 155 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025. Sebagian warga tidak lagi memiliki lahan untuk membangun kembali, sehingga pemerintah daerah berencana menyiapkan lokasi relokasi terpusat.
BNPB juga menginformasikan bahwa sebagian lahan tempat huntara saat ini akan digunakan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) yang dijadwalkan dimulai setelah awal April 2026. "Nanti teknisnya setelah program huntap ini, paling tidak setelah awal April ini masuk rehabilitasi rekonstruksi. Kita akan mulai pembangunan huntap. Khusus di Gayo Lues ini agak berbeda dengan daerah lain," ujar Suharyanto.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




