PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memproyeksikan jumlah penumpang pesawat selama periode angkutan Lebaran tahun ini mencapai sekitar 9 juta orang di bandara yang mereka kelola.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan angka tersebut meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran tahun lalu. Rata-rata lalu lintas penumpang udara yang dilayani di 37 bandara InJourney sepanjang tahun mencapai sekitar 167 juta orang.
“Saat periode lebaran ini kita ekspektasinya ada 9 juta traffic peningkatan 2 persen dibanding tahun lalu,” kata Maya dalam Konferensi Pers di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (11/3).
Dia menambahkan, pihaknya juga mengantisipasi dampak dinamika geopolitik global terhadap operasional penerbangan. Kondisi tersebut berpotensi memicu keterlambatan maupun pembatalan penerbangan sehingga diperlukan langkah antisipatif agar layanan kepada penumpang tetap terjaga.
“Pastinya kita dengan adanya reason geopolitical climate yang terjadi ini kita harus mengantisipasi juga bagaimana karena pastinya di periode tertentu yang lalu ada delay maupun cancellation of flights. dan lain sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama InJourney Achmad Syahrir mengatakan posko angkutan Lebaran akan berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Pada hari pertama posko, 13 Maret, jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 498 ribu orang dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357 penerbangan.





