Putin dan Presiden Iran Bahas Konflik Timur Tengah dalam Percakapan Telepon

pantau.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa 10 Maret 2026 untuk membahas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta menyerukan deeskalasi konflik.

Pembahasan Konflik Timur Tengah

Percakapan tersebut menyoroti situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran.

Di antara korban tewas terdapat Ali Khamenei yang saat itu menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Iran menolak menyerah setelah serangan tersebut dan melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal.

Serangan balasan itu menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Aksi tersebut turut menyebabkan gangguan pada pasar global.

Putin Serukan Penyelesaian Politik

Dalam percakapan tersebut, Putin menegaskan sikap Rusia yang mendukung deeskalasi konflik dan penyelesaian melalui jalur politik serta diplomatik.

Kremlin dalam pernyataannya menyampaikan, "Presiden Rusia menegaskan kembali posisinya yang berprinsip untuk mendukung de-eskalasi cepat konflik dan penyelesaiannya melalui cara-cara politik. Masoud Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, terutama atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran".

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas dukungan yang diberikan kepada Iran.

Dukungan tersebut termasuk bantuan kemanusiaan yang diberikan Rusia kepada Iran.

Percakapan tersebut merupakan komunikasi kedua antara Putin dan Pezeshkian sejak awal Maret 2026.

Sebelumnya kedua pemimpin telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada Jumat pekan lalu.

Pembicaraan Putin dengan Presiden AS

Selain berbicara dengan Presiden Iran, Putin juga melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin 9 Maret 2026.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas konflik Iran serta situasi perang di Ukraina.

Putin juga menyerukan "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat terhadap konflik terbaru tersebut".


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR ajak pers bangun narasi peradaban HAM di Indonesia
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Panen Padi di Desa Lasiwala, Bupati Sidrap: Berkah Ramadan
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Hasil Liga Champions: Penalti Kai Havertz Hindari Arsenal dari Kekalahan
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
TMP Kalibata Akan Dikelola Kemhan Mulai 1 April
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi Teman Masa Kecil Vidi Aldiano, Chef Renatta Moeloek Kenang Saat Suami Sheila Dara Jadi Kelinci Percobaannya
• 15 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.