Viral Menu Lele Mentah MBG, Operasional SPPG Pamekasan Pademawu Disetop Sementara

liputan6.com
10 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dihentikan sementara setelah muncul laporan terkait ketidaksesuaian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa berupa lele yang masih mentah.

Kondisi tersebut memicu penolakan dari pihak sekolah terhadap makanan yang didistribusikan. Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian melakukan peninjauan setelah menerima laporan tersebut.

Advertisement

"Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dony menjelaskan, penghentian ini dilakukan sebagai langkah tindak lanjut untuk evaluasi serta perbaikan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan. Selama masa penghentian, pihak terkait akan melakukan pembinaan dan perbaikan sistem operasional.

"Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa," ujarnya.

Sebelumnya, viral video yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Senin (9/3/2026). Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu tersebut memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penuhi Panggilan KPK, Eks Menag Yaqut: Ini Kesempatan Saya Memberikan Keterangan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenag Dorong Transformasi Cara Beragama, Lebih Produktif & Berdampak
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Berani Lapor, Atlet Korban Kekerasan Kini Dapat Pendampingan Hukum
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
IHSG Berbalik Merah ke 7.362, Ada Crossing di SMMA dan MEDC
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sekain Curi Perhatian di Trend Hijab Makassar 2026, Abaya “Bling-Bling” Jadi Magnet Pengunjung
• 28 menit laluterkini.id
Berhasil disimpan.